Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Bupati Tangerang Ngegas: Perang Lawan Stunting & Penyakit, Layanan Kesehatan Gratis Jadi Senjata!

berita 352891f9 9ccd 407a 911b 2b8b578d487b

TANGERANG,- Stunting, AKI-AKB, TBC, dan Kusta ternyata masih jadi momok di Kabupaten Tangerang. Tapi tenang, Pak Bupati Moch. Maesyal Rasyid tidak tinggal diam. Beliau ambil langkah jitu dan langsung turun gunung pimpin Rapat Koordinasi Bidang Kesehatan di Pendopo Bupati, Rabu (27/8/25). Tujuan? Biar semua masalah kesehatan ini bisa diatasi dengan serius dan tuntas!

Rakor ini bukan sekedar kumpul-kumpul biasa. Ada 4 komponen strategi yang menjadi fokus utama:

  • Percepatan penanggulangan stunting (biar nggak ada lagi anak Tangerang yang kerdil!)
  • Penurunan angka kematian ibu dan bayi (AKI-AKB) (masa’ melahirkan jadi taruhan nyawa?)
  • Pengendalian TBC dan kusta (enyahkan penyakit zaman purba!)
  • Penguatan program pelayanan kesehatan gratis (biar semua bisa berobat tanpa biaya mikir!) dan aktivasi BPJS PBI.

Pak Bupati nggak main-main. Beliau menegaskan bahwa 4 komponen ini adalah prioritas nasional, sesuai Arahan Presiden RI. Jadi, semua harus bergerak cepat, mulai dari perangkat daerah, camat, puskesmas, sampai desa dan kader PKK. Semua harus bersatu padu menguraikan langkah-langkah penanganan yang jitu.

“Saya ingin masalah stunting, AKI-AKB, TBC, Kusta dan pelayanan kesehatan gratis ini ditangani secara serius. Empat komponen ini menjadi perhatian Presiden. Kita harus bergerak bersama dari tingkat OPD, kecamatan, hingga desa. Minggu ini saya minta sudah ada pembagian tugas yang jelas,” kata Bupati Maesyal.

BACA JUGA:  Cegah Stunting, Dinkes Aceh: 4 Protein Hewani ini Bisa Diolah Jadi MPASI

Salutnya lagi, Pak Bupati juga memberikan apresiasi kepada para tenaga medis dan Puskesmas yang telah berjuang keras menurunkan angka stunting. Tapi, perjuangan belum selesai! Masih banyak PR yang harus dikerjakan.

Selain stunting, Pak Bupati juga menyoroti tingginya angka kematian ibu dan bayi di beberapa kecamatan, seperti Sukamulya, Kronjo, Kresek, dan Kosambi. Beliau langsung memerintahkan agar pemeriksaan rutin ibu hamil dan balita diperketat, dan pengiriman diusahakan di fasilitas kesehatan yang memadai.

“Pemeriksaan calon pengantin, ibu hamil, hingga balita harus dilakukan secara rutin. Jangan sampai ada yang luput dari pengawasan. Persalinan pun saya minta sebisa mungkin dilakukan di fasilitas kesehatan, bukan di rumah,” serunya.

TBC juga jadi perhatian serius. Pak Bupati menyebutkan bahwa kasus TBC masih cukup tinggi di Kecamatan Cikupa dan Kelapa Dua. Beliau mengingatkan pentingnya pelaporan rutin dari Puskesmas dan camat setiap bulan untuk memantau perkembangan data stunting maupun TBC.

BACA JUGA:  dr Sulasmi: Imunisasi, Gizi dan BABS Faktor Tingginya Stunting di Aceh

Soal Pelayanan Kesehatan Gratis (PKG), Pak Bupati ingin aksesnya benar-benar dipermudah dan mendekati masyarakat. Nggak boleh ada birokrasi yang berbelit-belit!

“Tidak perlu berbelit-belit. Aktivasi BPJS PBI bisa langsung dilakukan di kecamatan atau Puskesmas. Masyarakat tidak perlu lagi bolak-balik ke dinas. Semua harus dipermudah,” tegasnya.

Di akhir arahannya, Pak Bupati meminta agar segera menyusun Surat Keputusan Bupati tentang Pemantauan Kesehatan, yang melibatkan OPD terkait untuk mendampingi dan membina setiap kecamatan dan Puskesmas.

“Saya bangga dengan kerja keras semua pihak. Mari kita tingkatkan dan perkuat lagi, sinergi lintas sektor agar target penurunan stunting, penurunan AKI-AKB, pengendalian TBC, serta pelayanan kesehatan gratis dapat tercapai secara optimal. Karena ini bukan hanya program, tapi kewajiban kita untuk menjaga kesehatan masyarakat Kabupaten Tangerang,” tutupnya.

Semoga dengan gercepnya Pak Bupati dan kerja keras semua pihak, masyarakat Kabupaten Tangerang bisa semakin sehat wal afiat! Aamiin!

(Ardi/red).

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *