Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Camat Pagelaran Utara Tinjau Pos Siskamling: Dorong Sinergi Aparat dan Warga Wujudkan Lingkungan Aman dan Tertib

IMG 20251013 WA0007
Camat Pagelaran Utara NS Faseh Rahman, S.Kep., M.M. bersama jajaran Kasubsektor, Danposramil, Satpol PP, dan warga saat meninjau pos ronda Siskamling di Pekon Sumber Bandung, Kecamatan Pagelaran Utara, Kabupaten Pringsewu. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan. (Davit/Hariandaerah.com)

PRINGSEWU – Dalam upaya memperkuat sistem keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Camat Pagelaran Utara, NS Faseh Rahman, S.Kep., M.M., melakukan peninjauan langsung ke sejumlah pos Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan) di wilayahnya. Kunjungan tersebut berlangsung di Pekon Sumber Bandung dan Pekon Fajar Mulya, yang dikenal aktif menggelar ronda malam secara rutin, Minggu (13/10/25).

Dalam kegiatan itu, Camat Faseh Rahman didampingi Kasubsektor Pagelaran Utara, Danposramil, serta petugas Satpol PP Kecamatan. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kembali fungsi dan keberlangsungan kegiatan Siskamling di setiap pekon sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan wilayah.

“Siskamling bukan hanya kegiatan ronda malam semata, melainkan wujud nyata partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan secara swadaya. Dengan keterlibatan aktif warga dan dukungan aparat, kita bisa mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini,” ujar Camat Faseh Rahman dengan tegas.

Ia menegaskan pentingnya sinergitas antara pihak keamanan dan masyarakat dalam membangun sistem keamanan yang tangguh di tingkat pekon. Kolaborasi lintas unsur baik TNI, Polri, Satpol PP, maupun aparatur desa menjadi kunci terwujudnya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif.

Faseh Rahman juga mengimbau agar seluruh pekon di Kecamatan Pagelaran Utara mengaktifkan kembali dan memfungsikan pos ronda sebagai bagian dari sistem deteksi dini terhadap ancaman keamanan. Menurutnya, keberadaan pos Siskamling harus dijaga keberlanjutannya agar tidak sekadar simbol, melainkan benar-benar berfungsi sebagai pusat kontrol sosial masyarakat.

BACA JUGA:  Pemasangan Kabel FO Semrawut di Pringsewu, PLN Angkat Suara: “Petugas Bisa Terancam Nyawa!”

“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Siskamling sebagai bagian dari budaya hidup bersama. Mari kita tanamkan kesadaran bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas aparat, melainkan tanggung jawab moral setiap warga. Ronda malam dan sistem keamanan lingkungan adalah bentuk kepedulian sosial yang nyata, yang akan menumbuhkan rasa saling percaya dan mempererat hubungan antarwarga,” pesan Camat Pagelaran Utara itu.

Lebih lanjut, Faseh Rahman menjelaskan bahwa keberadaan pos ronda atau Siskamling membawa banyak manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. Selain sebagai tempat koordinasi dan pemantauan keamanan lingkungan, pos ronda juga menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat rasa kebersamaan di antara warga.

“Dengan adanya pos ronda, masyarakat punya wadah untuk berkumpul, berdiskusi, dan membangun komunikasi sosial yang sehat. Dari situ lahir rasa peduli, empati, dan kebersamaan yang sangat dibutuhkan dalam menjaga stabilitas lingkungan. Bahkan, kehadiran ronda malam dapat menekan angka kriminalitas seperti pencurian, perkelahian, atau gangguan keamanan lainnya,” jelasnya.

BACA JUGA:  Kabag Umum Tanggamus Dikritik soal Pemborosan Anggaran, LSM Desak Mundur jika Tak Terima Koreksi

Ia menambahkan, pos ronda juga dapat berfungsi sebagai pusat informasi masyarakat, tempat aparat desa atau petugas keamanan menyampaikan imbauan, serta wadah koordinasi dalam menghadapi situasi darurat seperti bencana atau kebakaran. Dengan sistem yang terorganisir, masyarakat menjadi lebih sigap dan tanggap terhadap kondisi lingkungannya.

Lebih jauh, Faseh Rahman menegaskan bahwa tujuan utama Siskamling bukan hanya mencegah kejahatan, tetapi juga membangun karakter masyarakat yang disiplin, tangguh, dan peduli terhadap lingkungan sosialnya. Melalui kegiatan ini, masyarakat belajar arti gotong royong, saling menghargai, dan menjaga keharmonisan dalam keberagaman.

“Jika keamanan terjaga, masyarakat akan hidup tenang, ekonomi bisa tumbuh, dan generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang positif. Itulah hakikat pembangunan sosial yang sesungguhnya dimulai dari kesadaran kecil di lingkungan kita sendiri,” tutup Faseh Rahman dengan nada mengedukasi. ( Heru/ vit)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *