Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Polri  

Dalam Memberantas Judi Online, Dirreskrimum Polda Aceh: Perlu Kerja Sama Semua Pihak 

Polda
Himbauan Ditkrimum Polda Aceh. (Foto: Humas Polda Aceh).

BANDA ACEH — Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Aceh Kombes Ade Harianto mengimbau masyarakat, pemuda, dan pelajar untuk tidak bermain dan terlibat dalam judi, baik yang dimainkan secara langsung maupun online.

“Perjudian, khususnya yang dimainkan secara online, menjadi perhatian serius dalam beberapa tahun terakhir. Maraknya judi online di kafe-kafe atau warkop perlu menjadi perhatian semua pihak, baik dari lingkungan keluarga, kampung, madrasah, sekolah, dan Dayah,” kata Ade Harianto, Jumat (14/6/2024).

“Dampak negatif dari judi online sangat signifikan, di antaranya adalah timbulnya masalah keuangan, kecanduan, masalah sosial dan keluarga, serta memburuknya kesehatan mental,” lanjutnya.

BACA JUGA:  Jejak Rempah Nusantara di Anjungan PKA ke-8 Sabang

Ade menjelaskan bahwa judi online sangat mudah diakses melalui platform digital oleh pengguna gadget di mana pun dan kapan pun, yang tentunya menimbulkan dampak buruk bagi individu, keluarga, dan komunitas.

“Judi online ini sangat mudah diakses melalui platform digital oleh pengguna gadget di mana pun dan kapan pun, sehingga butuh pengawasan dan perhatian bersama,” jelasnya.

Selama ini, lanjut Ade, pihaknya telah menangani sebanyak 74 kasus judi online dengan 119 tersangka. Mereka diancam hukuman uqubat ta’zir paling banyak 12 kali cambuk atau denda paling banyak 120 gram emas murni atau penjara 12 bulan.

BACA JUGA:  Pastikan Pembangunan Infrastruktur, Pj Bupati Aceh Jaya Tinjau Jalan Cot Langsat – Mata Ie serta Irigasi Rawa

Di samping itu, tambah Ade, Kapolda Aceh Irjen Achmad Kartiko telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan langkah-langkah penegakan hukum yang lebih ketat terkait judi online. Selain itu, Kapolda juga memerintahkan jajarannya untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya judi online.

Ade berharap adanya kerja sama antar lembaga pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, serta stakeholder dalam memberantas judi online.

“Kerja sama semua pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah, sangat penting untuk mengatasi masalah ini secara efektif. Semua itu juga demi tegaknya syariat Islam di Aceh,” pungkas Ade Harianto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *