Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Jaga Integritas Demokrasi, Bawaslu Kota Langsa Gelar Pendidikan Pengawas Partisipatif Bagi Pemuda

IMG 20260709 212852
Foto bersama Ketua dan anggota Bawaslu Kota Langsa dengan puluhan pemuda peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif. (Foto:hariandaerah.com/Dok.Ist).

KOTA LANGSA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Langsa menggelar Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 bagi 45 pemuda yang memiliki kepedulian terhadap pengawasan demokrasi.

P2P dengan tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” dilaksanakan di Aula Bawaslu Kota Langsa pada Kamis (09/07/2026) pagi.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Anggota Bawaslu Provinsi Aceh, Yusriadi turut dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kota Langsa, Taufiqurrahman, dua komisioner lainnya Sri Wahyuni dan Marida Fitriani serta Sekretaris Bawaslu Langsa.

Mewakili Ketua Bawaslu Aceh, Yusriadi dalam sambutannya sangat menekankan tentang pentingnya kolaborasi antara penyelenggara dan masyarakat dalam pengawasan pemilu.

“Pengawasan pemilu tidak bisa hanya dilakukan oleh Bawaslu semata. Dibutuhkan partisipasi aktif masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga integritas demokrasi,” ucap Yusriadi.

“Melalui P2P ini, kita harapkan lahir kader-kader pengawas yang kritis, berani dan berkomitmen terhadap keadilan pemilu,” tutupnya berharap.

BACA JUGA:  Menjadikan Mengajar sebagai Prioritas Utama: Tantangan Guru dalam Mencari Jam Mengajar
IMG 20260709 212954
Ketua Bawaslu Kota Langsa, Taufiqurrahman didampingi dua Komisioner Bawaslu, Sri Wahyuni dan Marida Fitriani dalam paparan materi, Kamis (09/07/2026).

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Langsa, Taufiqurrahman menyampaikan, bahwa kegiatan P2P ini merupakan bagian dari penguatan demokrasi berbasis partisipasi masyarakat.

“Pendidikan Pengawas Partisipatif ini menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa pengawasan Pemilu tidak hanya menjadi tugas Bawaslu, tetapi juga menjadi gerakan bersama demi terwujudnya Pemilu 2029 yang bermartabat,” terangnya.

Melalui P2P, peserta dibekali pemahaman terkait kepemiluan, pencegahan pelanggaran, serta pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi menuju Pemilu 2029.

“P2P ini merupakan bagian dari upaya strategis Bawaslu dalam meningkatkan kapasitas dan peran masyarakat dalam pengawasan pemilu secara partisipatif,” ungkap Taufiqurrahman.

Sedangkan Sri Wahyuni, Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Kota Langsa menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengawasan pemilu.

“Melalui kegiatan ini, kami mendorong generasi muda untuk lebih aktif, kritis, dan berani terlibat dalam pengawasan partisipatif. Peran masyarakat sangat penting dalam mencegah potensi pelanggaran sejak dini,” kata Sri.

BACA JUGA:  Rektor Lantik Pejabat Baru di Lingkungan UTU, Ini Nama dan Jabatanya

Terakhir, Marida Fitriani selaku Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Langsa, menyoroti pentingnya pemahaman regulasi dalam menjaga kualitas pemilu.

“Pemahaman terhadap aturan dan mekanisme pengawasan menjadi kunci dalam menjaga integritas Pemilu. Kami berharap peserta P2P dapat menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam menyampaikan informasi serta melaporkan dugaan pelanggaran secara tepat,” jelas Fitriani.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kota Langsa berharap dapat mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa pengawasan pemilu merupakan tanggung jawab bersama. Dengan keterlibatan aktif masyarakat, diharapkan pelaksanaan Pemilu 2029 dapat berjalan lebih transparan, jujur, dan berintegritas.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *