Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Di Simeulue, Program MBG Jadi Solusi Efektif Tangani Dampak Kimia Berbahaya pada Jajanan Anak

mbg simeulue
Siswa di salah satu sekolah di Simeulue sedang mecicipi menu MBG. (Foto: Harian Daerah/Kirfan)

SIMEULUE – Kekhawatiran orang tua terhadap maraknya jajanan anak yang mengandung bahan kimia berbahaya yang dijual di sekitar lingkungan sekolah atau di luar sekolah kini mulai mendapat solusi dan tertangani.  Melalui penerapan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) memberikan solusi konkret untuk menekan dampak negatif konsumsi jajanan sembarangan terhadap kesehatan anak-anak sekolah.

Program MBG dirancang sebagai langkah preventif dalam menyediakan makanan bergizi, aman, dan higienis bagi para siswa. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan sehat, tetapi juga menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menjaga pola makan dan menghindari jajanan yang mengandung bahan kimia sintetis berbahaya seperti boraks, formalin, serta pewarna tekstil.

Penerapan Program Makanan Bergizi (MBG) di sejumlah sekolah dasar di Kabupaten Simeulue mendapat sambutan positif dari para orang tua. Mereka menilai program ini sebagai langkah nyata dan efektif untuk melindungi anak-anak dari bahaya jajanan sembarangan yang kerap mengandung bahan kimia berbahaya.

Salah satu orang tua siswa SD Negeri 2 Simeulue Timur, Rizal mengungkapkan rasa syukurnya atas pelaksanaan program MBG tersebut karena telah mengurangi dampak kimia dari jajanan sembarangan yang tidak jelas asal-usulnya.

“Dulu, saya sering memberikan uang jajan anak saya Rp7.000,- setiap pergi ke sekolah, anak saya sering jajan di luar sekolah, dan kami sering khawatir karena banyak jajanan yang tidak jelas asal-usulnya. Setelah ada Program MBG, uang jajannya saya pangkas menjadi Rp2.000 saja, sehingga anak saya jadi lebih teratur makan, dan kami tidak perlu cemas lagi soal kebersihan maupun bahan kimia berbahaya dari jajanan sembarangan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Tingkatkan Ketahanan Pangan, Babinsa Bersama PPL Simeulue Berikan Penyuluhan Pertanian

Hal senada disampaikan oleh Yulisa, orang tua dari siswa dari sebuah sekolah di Teupah Barat. Ia menilai Program MBG bukan hanya sekadar menyediakan makanan sehat, tetapi juga memberikan edukasi penting kepada anak-anak agar terhindar dari bahan kimia berbahaya yang terkandung di dalam jajanan kemasan sembarangan.

“Yang saya lihat, anak-anak sekarang jadi lebih paham mana makanan yang sehat dan mana yang berbahaya. Mereka sering cerita di rumah tentang makanan bergizi gratis yang diberikan di sekolah. Ini perubahan yang sangat baik,” katanya.

Selain itu, Yusuf, orang tua siswa dari Kecamatan Teupah Selatan, menambahkan bahwa kehadiran Program MBG juga membantu meringankan beban keluarga dalam menyediakan bekal bergizi setiap hari.

“Program ini membantu kami sebagai orang tua. Selain makanannya bergizi dan aman, uang jajan kami berikan kepada anak tidak banyak seperti dulu lagi. Jadi kami tidak perlu khawatir lagi anak jajan sembarangan yang mengandung bahan kimia,” ujarnya.

Beberapa orang tua lainnya juga menilai bahwa MBG telah membawa perubahan perilaku positif di kalangan siswa. Anak-anak mulai terbiasa mengonsumsi makanan sehat dan enggan membeli jajanan yang dijual di luar sekolah tanpa pengawasan.

“Dulu kalau pulang sekolah, anak-anak langsung beli jajanan warna-warni di pinggir jalan. Sekarang mereka sudah tahu bahaya pewarna kimia dan lebih memilih camilan dari sekolah. Ini perkembangan yang sangat membanggakan,” tutur Rahmawati, wali murid dari Sekolah Dasar Simeulue Tengah.

BACA JUGA:  Banyak Produk Lokal Aceh, Berpotensi Masuk Pasar Eksport

Menurut para orang tua, Program MBG tidak hanya menjadi solusi jangka pendek untuk mengatasi masalah jajanan berbahaya, tetapi juga berperan penting dalam membentuk pola makan sehat sejak dini. Mereka berharap program ini terus diperluas ke seluruh sekolah di Kabupaten Simeulue agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh siswa.

“Kami sangat berharap pemerintah daerah terus mendukung dan memperluas Program MBG. Ini bukan hanya tentang makanan, tapi tentang masa depan anak-anak kita yang lebih sehat dan cerdas,” tutup Rahmawati.

Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Simeulue, Elysa Wulandari menyebutkan, untuk wilayah Simeulue, program MBG telah berjalan 5 Dapur SPPG dan sebanyak 17.000 siswa sudah menerima program MBG.

“Dapur SPPG yang sudah aktif 5 titik,.yaitu di  kecamatan Simeulue Cut, Kecamatan Teupah Selatan, Layabaung, Air Pinang dan Lugu,” sebut Elysa Wulandari.

Sementara, sambung Elysa, yang sudah terdaftar ke BGN pusat sebanyak 9 dapur SPPG, 4 dapur akan aktif akhir bulan ini.

“Selain itu, kita juga ada mengusulkan 5 dapur tambahan untuk wilayah Pulau Siumat, Pulau Teupah, Sanggiran, Lamerem dan Langi,” tutup Elysa.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *