Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Diduga Pakai Ijazah Palsu, Pemkab Simeulue Pecat Delapan Dari 128 Orang ASN

Ilustrasi ijazah palsu
Ilustrasi ijazah palsu. (Foto: Istimewa)

SIMEULUE – Pakai Ijazah Palsu, Delapan (8) ASN dari 128 orang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simeulue yang diduga memakai ijazah palsu di Pecat. Sedangkan yang lainnya hanya dikenakan sangsi penghapusan pencantuman nama gelar dan penurunan pangkat, Kamis (2/5/2024).

Hal tersebut, disampaikan Penjabat (Pj) Sekrataris Daerah (Sekda) Kabupaten Simeulue, Asludin, SE, M. Kes, beberapa waktu lalu saat dijumpai wartawan diruang kerjanya.

“Dari sebanyak 128 oknum ASN yang menggunakan ijazah palsu delapan orang diantaranya sudah dilakukan pemecatan lansung,” kata Asludin.

Pada kesempatan tersebut, Asludin mengatakan, keputusan itu diambil atas pertimbangan asas kemanusiaan, meskipun dia juga mengakui, langkah yang dilakukan oleh pemda simeulue bertolak belakang dengan aturan yang ada.

“Sebetulnya kalau secara aturan semuanya tidak dapat kita tolelir, tapi yang kita pertimbangkan adalah dari sisi asas kemanusiaan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Terkait Perusahaan Yang Belum Lakukan Realisasi CSR, BAPPEDA Nagan Raya: Akan Berikan Sanksi

Kemudian Asludin menuturkan, delapan orang yang diberhentikan langsung dari ASN tersebut, karena diketahui menggunakan ijazah palsu sejak proses rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“sehingga mereka diberikan sanksi tegas pemecatan langsung dan mengembalikan keuangan negara selama ia menjadi aparatur sipil negara,” tutur Asludin.

Sementara disisi lain, keputusan Pemerintah Daerah (Pemda) Simeulue dalam memberikan sanksi terhadap oknum ASN yang memakai ijazah palsu tersebut, dianggap tidak sesuai dengan rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) perwakilan Aceh dan amanat Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Sebab dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK menyarankan kepada Pemda Simeulue, agar menjatuhkan salah satu sanksi hukuman sesuai dengan peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, dan/atau Peraturan Kepala BKN Nomor 25 Tahun 2015 tentang Tindakan Administratif dan Hukuman Disiplin terhadap Pegawai Negeri Sipil yang menggunakan Ijazah Palsu.

BACA JUGA:  Support Petani, Camat Teluk Dalam Serahkan Alsintan Kepada Masyarakat

Dalam peraturan tersebut dengan jelas menyatakan bahwa:

1) huruf A angka (2) menyatakan Calon PNS/PNS yang diketahui menggunakan ijazah palsu pada saat melamar menjadi Calon PNS/PNS, dikenakan tindakan administratif berupa pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Calon PNS/PNS:

2) huruf B angka (2) menyatakan bahwa PNS yang diketahui menggunakan ijazah palsu untuk proses kenaikan pangkat sebagaimana dimaksud pada angka 1, dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berupa pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS.

3) Sementara pada huruf C angka (2) menyatakan, bahwa PNS yang diketahui menggunakan ijazah palsu untuk proses pengangkatan dalam jabatan, dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat berupa pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai PNS.

Namun dalam praktiknya, Pemda Simeulue hanya memberlakukan sanksi tegas yakni pemecatan langsung terhadap delapan orang ASN sedangkan yang lainnya hanya dikenakan sanksi berupa pembatalan pencantuman gelar dan penurunan pangkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *