JAKARTA – Dalam upaya menghadapi permasalahan kemacetan yang serius di ibu kota, Dinas Perhubungan DKI Jakarta bekerja sama dengan Google untuk mengoptimalkan pengaturan lalu lintas.
Kadishub DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengumumkan bahwa kerjasama ini bertujuan untuk menciptakan solusi efektif dengan memanfaatkan teknologi terbaru analisis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dilakukan secara terus-menerus.
“Kami baru saja menerapkan sistem transportasi cerdas untuk mengurangi kemacetan di simpang jalan,” ungkap Syafrin, Sabtu (17/6/2023).
Syafrin menyatakan keyakinannya bahwa kerja sama dengan Google Inc akan membawa manfaat dalam menciptakan gaya baru pengaturan lalu lintas dengan memanfaatkan teknologi secara optimal di Jakarta. Kolaborasi ini memungkinkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk mengoptimalkan sistem pengaturan lalu lintas berdasarkan analisis real-time yang dilakukan oleh AI.
Selain pengaturan lampu lalu lintas, langkah lain yang diambil adalah penutupan rute pada beberapa titik yang sering mengalami kemacetan, terutama akibat tingginya jumlah kendaraan pribadi yang datang dari luar Jakarta.
Syafrin menjelaskan, bahwa penutupan rute ini merupakan langkah strategis untuk mengendalikan volume kendaraan yang memasuki ibu kota dan mengurangi kepadatan lalu lintas.
Menurutnya, saat ini kemacetan menjadi masalah yang sangat serius dan sering terjadi karena semakin banyaknya jalan tol yang terhubung dengan daerah di luar Jakarta.
Rute-rute seperti tol Depok-Antasari yang sudah mencapai wilayah Sawangan, akses Cibitung-Cilincing, dan Becak Ayu yang menjadi jalur kendaraan dari Bekasi hingga Kampung Melayu, Jakarta Timur, menjadi penyumbang kemacetan yang signifikan.
“Kami akan melakukan penutupan rute di beberapa lokasi, menerapkan sistem satu arah pada titik-titik tertentu yang memiliki pengaturan lalu lintas, serta melakukan perencanaan geometrik untuk persimpangan dan penempatan rambu lalu lintas,” jelas Syafrin.
Tindakan ini diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan ruas jalan yang ada dan mengurangi hambatan lalu lintas di titik-titik kritis.
Selain langkah-langkah tersebut, rencana lain yang diusulkan untuk mengatasi kemacetan di ibu kota adalah dengan mengatur jam kerja pegawai.
Syafrin menyebutkan bahwa Pemprov DKI Jakarta sedang menyusun peraturan terkait hal tersebut. Melalui rancangan peraturan ini, pemerintah berupaya mempengaruhi pola perjalanan masyarakat dengan mengatur jam kerja yang berbeda bagi sektor-sektor tertentu. Dengan demikian, diharapkan terjadi penyebaran arus lalu lintas yang lebih merata sepanjang hari.
“Kami akan menyelenggarakan suatu acara, dan dari hasil diskusi kelompok fokus, telah tercapai kesepakatan dan pemahaman yang memungkinkan peraturan ini direalisasikan dan diimplementasikan,” ucap Syafrin.
Penerapan pengaturan jam kerja yang tepat diharapkan dapat mengurangi lonjakan lalu lintas pada jam-jam sibuk, sehingga mengurangi kemacetan dan waktu tempuh perjalanan masyarakat.
Dengan kerja sama antara Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Google, serta langkah-langkah strategis yang diambil untuk mengendalikan kemacetan, diharapkan dapat terjadi perbaikan signifikan dalam mobilitas di ibu kota. Penggunaan teknologi AI dalam pengaturan lalu lintas dan implementasi kebijakan yang tepat akan menjadi langkah penting dalam mencapai tujuan tersebut.














