Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Wali Kota Tegal Minta PPN Tegalsari Dikuatkan Kapasitasnya, Target Luas Naik Empat Kali Lipat

IMG 20260402 WA0080
Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah , Ahmad Luthfi dalam kunjungan ke Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jakarta.(Foto Istimewa)

JAKARTA – Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, berharap pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Tegalsari menjadi prioritas pada tahun 2026, dengan penambahan luas agar mampu menampung lebih banyak kapal. Targetnya, luas pelabuhan menjadi empat kali lipat dari kondisi saat ini.

“Saya berharap kalau luasannya minimal empat kali lipat yang sudah ada. Ada penambahan paling tidak 60 hektar sehingga menjadi 77,2 hektar,” ujarnya saat mendampingi Gubernur Jawa Tengah dalam kunjungan ke Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Gedung Mina Bahari II Lantai 12 Jakarta, Kamis (02/04/2026) siang.

Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif beserta jajarannya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi beserta OPD terkait, serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian dan Pangan Kota Tegal Cucuk Daryanto.

Dedy Yon mengungkapkan bahwa PPN Tegalsari menghadapi masalah serius, dengan kebakaran kapal hampir terjadi setiap tahun dan sudah menelan korban sebanyak lima kali. Kondisi ini diperparah karena pelabuhan yang hanya memiliki luas 17,2 hektar telah jauh melebihi kapasitasnya.

BACA JUGA:  Tingkatkan Partisipasi Pilkada 2024, KPU Kota Tegal Gelar Sosialisasi Kepada Pengusaha Warteg 

“Pada awal perencanaan, pelabuhan dirancang untuk 500 kapal dengan rata-rata 25-150 Gross Tonnage (GT). Sekarang kapal yang berlabuh memiliki ukuran 50-200 GT dengan rata-rata 100 GT, sehingga secara ideal hanya mampu menampung 350 kapal,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada masa lebaran ketika aktivitas nelayan ramai, jumlah kapal yang berlabuh bisa mencapai 1.300 unit – jauh melampaui kapasitas. Hal ini membuat parkir kapal menjadi sulit dan meningkatkan risiko penyebaran kebakaran antar kapal yang saling berdekatan.

Sebagai tanggapan, Direktur Jenderal Lotharia Latif menyampaikan bahwa pihaknya akan fokus pada pengembangan pelabuhan di Tegal, Cilacap, dan Pekalongan pada tahun 2026. Pengembangan ini merupakan bagian dari proyek Integrated Fishing Ports and International Fish Market Phase II dengan dukungan pinjaman dari Asian Development Bank (ADB).

BACA JUGA:  Ribuan Relawan 03 Balik Kanan Siap Menagkan Pasangan Dedy-Iin Jadi Walikota dan Wakil Walikota

“Kemarin beberapa bulan lalu Ketua Komisi IV juga telah mengunjungi lokasi dan meminta kami untuk memprioritaskan serta mengakselerasi pembangunan PPN Tegalsari, sehingga diharapkan dapat berjalan sesuai jadwal,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah untuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tegal terkait pemetaan dan pengalihan aset pelabuhan.

“Saya tidak ingin pada saat nanti akan dibangun terjadi problem di sana,” tegasnya.

 

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *