ACEH BESAR – Pelaksana Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar Neli Ulfiati, SKM. MPH meminta kepada masyarakat agar berhati-hati terhadap DBD karena bisa menyebabkan kematian. Hal tersebut diutarakannya saat membuka Pertemuan Monitoring dan Evaluasi Program Demam Berdarah Dengeu (DBD) yang diselenggarakan di Station Coffee Banda Aceh, Rabu (19/10/22) lalu.
“Demam Berdarah Dengue (DBD) cukup berbahaya karena pada kondisi tertentu dapat membawa kepada kematian,” katanya.
Penyakit yang disebabkan virus Dengue itu ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes tersebut, saat ini kasusnya mulai mengalami peningkatan, hingga hari ini tercatat sudah terjadi 154 kasus. Sangat berbanding jauh dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Kasus penyakit DBD di Aceh Besar hingga hari ini mencapai 154 kasus” kata plt. Kadinkes Aceh Besar.
Oleh karena itu, tutur Neli, ujung tombak pelayanan kesehatan pada masyarakat ada di puskesmas, dengan memberi perhatian yang lebih pada upaya Promotif dan Preventif.
“Salah satu indikator keberhasilan program DBD ini adalah dengan meningkatkan upaya promotif dan preventif,” tutur Neli.
Untuk menurunkan angka kasus penyakit DBD tersebut, smabung Neli, maka perlunya lingkungan yang bersih dengan menerapkan PSN (pemberantas sarang nyamuk) dengan 3M Plus, sehingga dapat meningkatkan Angka Bebas Jentik (ABJ) diatas 95% sesuai dengan target nasional.
“Untuk meningkatkan angka bebas jentik perlunya upaya PSN 3M Plus terlaksana sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan bebas DBD” katanya.
Pada kegiatan tersebut turut hadir Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Aceh dr. Eddy Purwanto beserta staf dan seluruh penanggung jawab DBD di 28 Puskesmas.














