Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Gelar Diseminasi Laporan Perekonomian, BI Aceh: Banyak Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru di Aceh

BI Aceh
Kepala BI perwakilan Aceh, Rony Widijarto P, Saat Membuka Kegiatan Diseminasi Laporan Perekenomian Triwulan II 2023 yang Berlangsung di Auditorium Kantor Perwakilan Provinsi Aceh, Selasa (26/9/2023). (Foto: hariandaerah.com/Herlin).

BANDA ACEHBank Indonesia (BI) wilayah Provinsi Aceh menggelar diseminasi laporan perekenomian Triwulan II 2023 yang berlangsung di Auditorium Kantor Perwakilan Provinsi Aceh, Banda Aceh, Selasa (26/9/2023).

Acara tersebut digelar dalam rangka menyampaikan perkembangan perekonomian terkini, mensosialisasikan potensi pengembangan hilirisasi pertanian, potensi pengembangan pada sektor pariwisata serta memberikan rekomendasi, usulan dan strategi untuk meningkatan laju ekonomi pada tahun 2023 di Provinsi Aceh.

BI Aceh
BI Aceh Saat Menggelar Diseminasi Laporan Perekenomian Triwulan II 2023 yang Berlangsung di Auditorium Kantor Perwakilan Provinsi Aceh, Selasa (26/9/2023). (Foto: hariandaerah.com/Herlin).

Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Aceh merupakan bentuk dari strategi 4K di bagian komunikasi kebijakan efektif Bank Indonesia Provinsi Aceh.

Gelaran strategis itu utamanya membahas upaya-upaya untuk percepatan ekonomi dan mendorong investasi. Satu diantaranya adalah soal potensi pengembangan sektor pariwisata guna mendorong pertumbuhan ekonomi di Aceh.

Dalam sambutannya, Kepala BI perwakilan Aceh, Rony Widijarto P mengatakan, Aceh saat ini memiliki peluang penting untuk ditingkatkan. Ada banyak sumber pertumbuhan ekonomi baru di Aceh. Hanya saja, untuk meningkatkan itu, dibutuhkan sokongan investor di dalamnya.

“Kami melihat saat ini potensi Aceh masih sangat potensial untuk ditingkatkan, ada banyak sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru. Kalau dianalogikan kita semacam butuh mesin lagi untuk kapasitasnya, kalau di mobil cc-nya mobil,” kata Rony.

Dikatakannya, upaya mendorong peningkatan kapasitas perekonomian Aceh melalui pengembangan new sources of economic growth, dapat diakselerasi dengan mendorong sektor hilirisasi pertanian dan pariwisata.

“Di sisi lain kami juga melihat salah satu upaya pemerintah baik pusat dan daerah selain pertumbuhan ekonomi yang terjaga kita juga dihadapkan bagaimana untuk mengurangi kesenjangan dan meningkatkan pemerataan,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Mellani Subarni Titip Doa untuk Kemajuan Aceh pada Calon Jamaah Haji dari DWP Aceh

Sementara untuk meningkatkan hal tersebut, menurut Rony, penting sekali dapat diakselerasi dengan mendorong sektor hilirisasi pertanian dan pariwisata.

“Kita juga melihat dan mengangkat dua hal tadi bagaimana hilirisasi khsuusnya pertanian dan pariwisata karena itu sangat menunjang,” tandasnya.

Tak hanya itu, Rony menyampaikan, untuk upaya mendorong peningkatan kapasitas perekonomian Aceh melalui pengembangan new sources of economic growth, dapat diakselerasi dengan mendorong sektor hilirisasi pertanian dan pariwisata.

“Di sisi lain kami juga melihat salah satu upaya pemerintah baik pusat dan daerah selain pertumbuhan ekonomi yang terjaga kita juga dihadapkan bagaimana untuk mengurangi kesenjangan dan meningkatkan pemerataan,” kata Kepala BI Provinsi Aceh itu.

Untuk meningkatkan hal tersebut, menurutnya penting sekali dapat diakselerasi dengan mendorong sektor hilirisasi pertanian dan pariwisata.

“Kita juga melihat dan mengangkat dua hal tadi bagaimana hilirisasi khsuusnya pertanian dan pariwisata karena itu sangat menunjang,” imbuhnya.

Selain mendorong di sisi hilirisasi pertanian, sektor lain yang menjanjikan adalah sektor pariwisata.

Dalam kesempatan tersebut, Rony menyebutkan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan tingkat penghunian kamar di Aceh pasca-pandemi masih di bawah kinerja pra-pandemi. Artinya, Aceh memiliki potensi wisata yang sangat baik yang dapat dilihat dari beberapa penghargaan wisata yang diperoleh Aceh 2 tahun terakhir.

BACA JUGA:  Tinjau CAT CPPPK Aceh, Irjen Kemenag RI Didampingi Rektor IAIN Lhokseumawe

“Maka dari itu sangat diperlukan adanya pengembangan Aksesibilitas, Atraksi, Amenitas, serta Pelaku dan Promosi atau disingkat dengan 3A 2P guna mendorong kinerja pariwisata di Aceh,” tuturnya.

Di samping itu, lanjut Rony investasi merupakan salah satu faktor pendorong utama dalam upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Sayangnya pertumbuhan investasi di Aceh dalam 3 tahun terakhir relatif rendah, yaitu hanya memiliki pangsa 32,02 persen terhadap PDRB di tahun 2022.

“Sebagai perbandingan, pangsa investasi Aceh tersebut jauh di bawah Maluku Utara (74,52 persen ) dan Sulawesi Tengah (49,45 persen) yang merupakan dua provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada tahun 2022,” ujarnya

Di sisi lain, saat ini Aceh sudah memiliki banyak cara untuk meningkatkan dan mendorong investasi, bagaimana cara investasi itu didukung juga karena selalu yang akan dilihat bagaimana pertumbuhan ekonominya.

“Dalam 3 tahun terakhir sudah tumbuh stabil bahwa dengan stabilnya harga akan lebih mudah untuk melakukan investasi,” pungkasnya.

Dalam acara tersebut, turut dihadir oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Iskandar, Pj Bupati Aceh Barat Mahdi Efendi, Wakil Bupati Aceh Jaya Said Mulyadi, termasuk intansi vertikal Aceh lainnya, pelaku usaha hingga pimpinan perbankan.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *