Banten – Gerakan Ekonomi Kreatif Dewan Pimpinan Wilayah Provinsi Banten (GERAK 08 Banten) lewat Ketua OKK Aang Hunaepi menegaskan dukungan penuh terhadap komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam pemberantasan korupsi. Aang menilai korupsi telah merusak seluruh elemen bangsa dan harus ditindak tanpa kompromi, 19 November 2025.
Menurutnya, pemerintah perlu menambah kekuatan dan kaliber penegakan hukum agar pemberantasan korupsi tidak berhenti pada level retorika. Ia menegaskan, jika pemerintahan Prabowo gagal menuntaskan problem struktural ini, maka mandat kepemimpinan dapat dinilai gagal memenuhi ekspektasi publik.
Aang menyebut kerugian negara akibat korupsi terjadi secara terang-terangan dan telah menjadi persoalan kronis. Ia menegaskan, pendidikan antikorupsi harus menjadi pilar yang dilindungi negara dan ditanamkan sejak dini karena peran masyarakat sangat menentukan dalam pengawasan.
“Pengawasan publik adalah benteng terakhir. Tanpa masyarakat ikut memerangi korupsi, negara hanya akan jadi ladang bancakan segelintir orang,” ujarnya.
Data penegak hukum pada periode 2015–2018 menunjukkan 392 kasus korupsi dengan 1.153 tersangka dan kerugian negara mencapai Rp4,17 triliun per tahun. Fakta itu, kata Aang, menunjukkan besarnya kerusakan yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan kewenangan, terutama oleh pihak yang memiliki jabatan dan pengaruh.
Ia mengingatkan, korupsi bukan hanya merusak keuangan negara, tetapi menghancurkan moral generasi muda dan berpotensi menyeret bangsa ke jurang kehancuran. Karena itu, pendidikan antikorupsi harus menjadi fondasi pembentukan karakter yang jujur, berintegritas, dan berpijak pada nilai-nilai Pancasila.
“Korupsi tumbuh dari sifat tamak dan minimnya rasa syukur. Kalau dari kecil sudah biasa curang, nanti besarnya tinggal menunggu panggung untuk korupsi,” tegas Aang.
GERAK 08 Banten mendesak pemerintah memperkuat seluruh lini pemberantasan korupsi, baik represif maupun preventif, agar cita-cita mewujudkan masyarakat adil dan makmur tidak terus dikubur oleh perilaku pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan.














