Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Rupiah Rp18.176 per Dolar AS, IHSG Ambles 4%, DPR Soroti Respons Pemerintah

IMG 20260513 WA00181

Jakarta – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar, meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat, cerdas dan terukur memulihkan kepercayaan pasar di tengah pelemahan nilai tukar rupiah dan anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Menurutnya, kepercayaan pasar merupakan modal penting menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama saat tekanan terhadap pasar keuangan semakin meningkat. Pada perdagangan Senin (8/6/2026), IHSG ditutup di level 5.349 atau merosot 246 poin (4 persen). Sementara itu, nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh Rp18.176 per dolar AS.

“Kami meminta pemerintah terutama segera melakukan langkah-langkah konkret mengembalikan kepercayaan pasar, termasuk memperkuat komunikasi publik dan memberikan kepastian terhadap arah kebijakan ekonomi. Pelemahan rupiah dan anjloknya IHSG menjadi sinyal pemerintah harus segera melakukan intervensi yang tepat. Kondisi seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut,” ujar mantan Mendes & PDTT ini di Jakarta hari ini kepada media. Dia menilai kondisi pasar keuangan saat ini menunjukkan tingginya tekanan jual yang dilakukan investor. Situasi tersebut mesti direspons dengan kebijakan yang mampu menenangkan pasar dan memberikan keyakinan bahwa fundamental ekonomi nasional tetap terjaga.

Menurut hemat Marwan, pemulihan kepercayaan pasar menjadi sangat penting. Mengapa? Sebab, faktor mendasar khususnya sentimen investor memiliki pengaruh besar terhadap stabilitas nilai tukar dan pasar modal. Ketika kepercayaan terhadap prospek ekonomi dan arah kebijakan pemerintah melemah, investor cenderung menarik dana dari pasar keuangan domestik. Akibatnya, tekanan terhadap rupiah dan IHSG akan semakin besar. “Kepercayaan pasar harus segera dipulihkan. Jika pelaku pasar melihat pemerintah memiliki strategi yang jelas dan respons yang cepat, maka tekanan terhadap rupiah dan pasar saham dapat diredam. Sebaliknya, apabila ketidakpastian terus berlanjut, maka risiko pelemahan pasar keuangan akan semakin besar,” tegasnya.

BACA JUGA:  Indonesia Siap Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Afghanistan Pasca Gempa

Dia juga menambahkan, stabilitas pasar keuangan tidak hanya penting bagi investor, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Pelemahan rupiah berpotensi meningkatkan biaya impor dan mendorong kenaikan harga sejumlah barang. Sedangkan penurunan pasar saham dapat memengaruhi iklim investasi dan penciptaan lapangan kerja. “Semakin cepat kepercayaan pasar pulih, makin besar pula peluang buat menjaga stabilitas rupiah, menarik investasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Karena itu, pemerintah harus hadir dengan langkah yang meyakinkan, bukan hanya buat menenangkan pasar, tetapi sangat mendesak juga demi melindungi masyarakat dari dampak ekonomi yang lebih luas,” tukas Marwan Jafar.

BACA JUGA:  PARAH...!Ratusan Penumpang Lion Air Terlantar Dua Jam Lebih di Bandara

Tak lupa ia menyarankan, pemerintah melalui sejumlah kementerian ekonomi terkait turun tangan atau intervensi demi menguatkan struktur sektor produktif atau sektor riil domestik seperti pasokan barang, distribusi, tingkat harga dan lain-lain. Sehingga kemampuan daya beli masyarakat, kelanjutan produktifitas sejumlah pelaku ekonomi tetap bergairah menjalankan usaha.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *