Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Hadirkan Paradigma Baru, 11 Sekolah Penggerak Simeulue Ikuti Lokakarya  Pembelajaran

sekolah penggerak
11 Sekolah Penggerak Kabupatan Simeulu Saat Mengikuti Lokakarya Pembelajaran dan Asesmen, yang Berlangsung Di Aula Dinas Pendidikan Kabupatan Simeulue, Rabu (23/8/2023). (Foto: hariandaerah.com/Herlin).

SIMEULUE –  Sekolah penggerak kabupaten Simeulue  mengikuti Lokakarya pembelajaran dan asesmen yang dilaksanakan oleh Balai Guru Penggerak (BGP) provinsi Aceh UPT kementerian pendidikan dan kebudayaan, riset dan teknologi yang berlangsung di Aula Dinas Pendidikan Simeulue, Rabu (23/8/2023).

Kegiatan Lokakaryatersebut, dibuka langsung oleh Kepala dinas pendidikan Kabupaten Simeulue, Firmanudin, S.Pd, yang di ikuti 11 sekolah penggerak di kabupaten setempat.

Dalam sambutannya, Firmanuddin menyampaikan, sebelas sekolah penggerak ini wajib laksanakan pengimbasan ke sekolah lainnya atau disekitarnya sehingga sekolah penggerak bisa benar-benar menjadi role model.

“Saya inginkan, 11 sekolah penggerak ini wajib melaksanakan pembiasan ke sekolah lain, sehingga bisa benar-benar menjadi role model,” kata  Firmanudin.

Sementara itu, Koordinator sekolah penggerak Simeulue, Safii, S.Pd  mengatakan, satu tahun berjalan, sekolah penggerak Simeulue terutama angkatan 2 terus menerus lakukan peningkatan kualitas belajar peserta didik di 11 sekolah yang tersebar dibeberapa kecamatan dalam kabupaten Simeulue.

BACA JUGA:  Kejuaraan Pencak Silat Sumbar, Siswi SMAN 2 Gunung Talang Raih Juara 3

“Hal ini disesuaikan dengan implementasi kurikulum merdeka dan upaya maksimal dari guru sebagai tuntutan pelaksanaan program sekolah penggerak (PSP),” ujar Safii

Disamping ada kegiatan mandiri pelatihan di sekolah, Safii juga menyampaika, bahwa kegiatan Lokakarya ini sangat penting diikuti, karena sangat bermanfaat untuk guru terutama dalam hal asesmen awal, sehingga dapat mengetahui karakteristik dan kebutuhan peserta didik. Dan juga dapat merancang pembelajaran dengan baik, menghadirkan paradigma baru serta meningkatan kualitas pembelajaran.

“Kegiatan ini sangat bagus karena dapat melengkapi wawasan kita terkait sekolah penggerak terutama tentang pembelajaran dan asesmen awal, formatif maupun sumatif,” kata Safii yang merupakan putra asli Pulau Siumat itu.

BACA JUGA:  Implementasi Percepatan Transformasi Digital dan Pelaksanaan MBKM, Diskominsa Aceh Jalin Kerja Sama dengan FMIPA USK

Ia menambahkan, dari 11 sekolah penggerak di kabupaten Simeulue yang mengikuti Lokakarya tersebut, setiap sekolah mengirim wakilnya sebanyak 2 orang guru komite pembelajaran dan Kepala sekolah serta pengawas.

Dalam kegiatan Lokakarya tersebut, turut dihadiri panitia pelaksana dari BGP provinsi Aceh, sekretaris Dinas Pendidikan Simeulue, Kabid GTK dan Fasilitator sekolah penggerak tingkat SMP, Putra jaya, M.Si, Fasilitor SD, Yuswandi, M.Ag, Fasilitator TK,  Veryawan, M.Pd dari Balai penjaminan mutu pendidikan (BPMP) provinsi Aceh.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *