ACEH BESAR – Imigran Rohingya yang terdampar beberapa hari lalu di pesisir pantai Lampanah, Kecamatan Seulimeum, Aceh Besar, terjangkit penyakit demam dan flu serta batuk hingga nyeri tulang dan diare.
Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Fahmi Irwan Ramli, SH, SIK, M.Si melalui Kapolsek Krueng Raya, Ipda Rolly Yuiza Away, SH menjelaskan, diketahui dari pengecekan kesehatan serta swab antigen yang dilakukan oleh Tim Karantina Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas II Banda Aceh di penampungan sementara UPTD Dinas Sosial Aceh Besar di Desa Ladong, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar.
“Imigran Rohingya yang di evakuasi terjangkit penyakit demam, flu serta batuk. Ada juga beberapa orang yang mengalami nyeri tulang dan diare,” kata Rolly Yuiza Away, Jumat (17/2/2023).
Lebih lanjut kata Rolly Yuiza Away, untuk mengantisipasi Imigran Rohingya yang berjumlah 69 orang itu terdiri dari 30 orang laki-laki dewasa, 22 orang perempuan dewasa, enam orang anak anak serta sebelas orang balita sudah di cek kesehatan sekaligus swab antigen.
“Kegiatan ini bertujuan untuk merawat kesehatan mereka, dari semua imigran hasilnya negatif dari virus corona. Perlu dijelaskan, beberapa imigran yang sakit, saat ini ditangani oleh tim di tempat penampungan sementara. Selain itu, petugas juga mengambil sidik jari mereka untuk melengkapi identitas serta data para imigran,” kata Rolly Yuiza Away.
Dalam pengecekan kesehatan tersebut, turut dihadiri Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Klas II Banda Aceh, Ziad Batubara, Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Aceh Besar, Edi Purwanto, Kanit Identifikasi Sat Reskrim Polresta Banda Aceh, Ipda Nazli Agustiar, SH bersama tim dan pihak UNHCR dan IOM.














