LHOKSEUMAWE – Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI, Faisal Ali Hasyim, melakukan kunjungan kerja ke Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe untuk memantau dan mengevaluasi efektivitas pemanfaatan sarana dan prasarana pendidikan tinggi keagamaan Islam yang dibangun melalui dana SBSN tahun 2023. Jumat (27/12/2024).
Dalam kunjungan tersebut, ia memberikan arahan strategis melalui Rapat Koordinasi Kelembagaan guna pengembangan pendidikan tinggi keagamaan yang kompetitif dengan tetap mengedepankan nilai-nilai keislaman.
Faisal Ali Hasyim menyampaikan empat poin penting arahan Menteri Agama (Menag) kepada seluruh jajaran Kementerian Agama, baik pusat maupun daerah, yaitu pertama dekatkan umat dengan ajaran agama. Menurut Menag, Pegawai Kementerian Agama harus mampu menjadi penghubung umat dengan ajaran agama.
Kedua Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) sebagai Solusi, tidak hanya berperan sebagai menara gading, tetapi juga harus menjadi solusi nyata bagi permasalahan masyarakat. Poin Ketiga adalah Integritas dan Keberkahan. Menurut Menag Orientasi pelayanan harus berfokus pada pencarian keberkahan dan integritas dan terakhir adalah Komitmen dan Etika. Menurut Menag Peningkatan komitmen serta menjauhi praktik tidak etis menjadi kunci keberhasilan program kementerian dalam mendukung agenda nasional.
Selain itu, Faisal Ali Hasyim juga memberikan arahan teknis terkait pengembangan Lembaga Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, dengan langkah-langkah berikut yaitu, Penyusunan rencana aksi yang jelas dan terukur untuk mencapai akreditasi unggul, Pelaksanaan riset unggulan berstandar internasional setiap tahun dan dipresentasikan di forum internasional, Target peningkatan jumlah Guru Besar dan Doktor di setiap prodi dengan rencana aksi konkret, Penambahan jumlah jurnal berstandar internasional, Pengembangan Bisnis Center di kampus, Rencana aksi menuju status PTKIN Badan Layanan Umum (BLU), Pengembangan kurikulum berbasis kewirausahaan, Penambahan jumlah mahasiswa aktif setiap tahun, serta Peningkatan fasilitas kampus yang hijau, rapi, bersih, dan modern.
Sementara itu, Rektor IAIN Lhokseumawe, Prof. Danial, menyampaikan bahwa berbagai langkah strategis telah dilakukan untuk mencapai status PTKIN unggul. Beberapa pencapaian utama yang diraih antara lain, Meraih peringkat ke-3 nasional dalam pengelolaan keuangan negara di bawah pengawasan Inspektorat Jenderal Kemenag RI, Peningkatan jumlah program studi dengan akreditasi “Unggul” dan “Baik Sekali” dan Pengajuan akreditasi APT pada November 2024 dengan proyeksi visitasi awal 2025.
Rektor optimis bahwa IAIN Lhokseumawe akan terus menunjukkan progres positif menuju transformasi menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan IAIN Lhokseumawe, Rektor, Wakil Rektor, Kepala Biro, Dekanat, Kepala Lembaga, SPI, kepala unit, Ketua dan Sekretaris Jurusan/Prodi, para Kabag dan Kasubbag, serta Ketua Tim Teknis.








