Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Ketua RT di Pamenang Pringsewu Ngaku Diteror Usai Lapor Pemukulan ke Polisi

IMG 20250712 WA0022

PRINGSEWU – Seorang Ketua RT di Pekon Pamenang, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung, berinisial WS (52), mengaku mengalami teror dan intimidasi setelah melaporkan dugaan pemukulan ke Polres Pringsewu. Terduga pelaku dalam laporan tersebut adalah pria berinisial JR.

Kuasa hukum WS, Dzulfikar Abror, menjelaskan insiden terjadi pada Rabu (18/6/2025) sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, kliennya sedang berdiri di tepi Jalan Raya Pekon Gumuk Mas usai turun dari kendaraan umum.

“Klien kami sedang berdiri di pinggir jalan. Tiba-tiba mobil sedan merah berhenti di dekatnya, lalu dua orang pria yang diduga JR dan HZR turun dan menghampiri WS,” kata Dzulfikar kepada Hariandaerah.com.

Menurutnya, kedua pria itu langsung memegang tangan WS dan mengajaknya masuk ke dalam mobil.

“Ajakan itu ditolak. Namun, salah satu dari mereka yang diduga JR langsung memukul WS sebanyak tujuh kali di bagian wajah sebelah kiri,” ujarnya.

Akibat kejadian itu, WS mengalami luka lebam dan memutuskan melapor ke polisi. Laporan WS sudah teregister di Polres Pringsewu dengan nomor LP/B/169/VI/2025/SPKT/POLRES PRINGSEWU/POLDA LAMPUNG.

Namun, ancaman justru datang setelah laporan dibuat. WS mengaku kepada Hariandaerah.com bahwa dirinya didatangi JR ke rumah pada Minggu pagi (12/7), sekitar pukul 06.30 WIB.

BACA JUGA:  Titipan Politik dalam Rekrutmen BUMD Pringsewu, KPKAD Warning Pemkab, Siapa yang Dipilih, Siapa yang Disiapkan?

“Dia datang naik mobil, turun langsung cari saya. Saya tanya ada apa, dia bilang sudah menang perkara di Polda Jakarta dan sekarang bebas melakukan apa saja terhadap saya dan Chandra,” kata WS.

WS mengaku tidak tinggal diam dan menjawab secara langsung pernyataan itu.

“Saya bilang, kalau memang kamu menang dan mau mukul atau ngapain saya, silakan. Nggak usah nunggu besok, sekarang juga boleh,” ucapnya.

Menurut WS, perdebatan sempat terjadi dan suara JR terdengar cukup keras hingga sampai ke rumah tetangga.

“Itu suaranya kencang, saya sampai risih sendiri. Waktu itu ada ibu-ibu juga di warung, namanya Bu Yuksani, yang belanja dan dengar langsung,” kata WS.

WS juga menyebut JR menyampaikan bahwa laporan ke polisi tidak akan berhasil karena visum tidak keluar.

“Dia bilang gitu, katanya visum saya nggak keluar, jadi saya nggak bisa masukkan dia ke ranah hukum. Saya jawab, silakan saja kalau merasa benar, tapi jangan datang dengan nada ancaman,” katanya.

BACA JUGA:  Dukung Sekolah Gratis Eva Dwiana, Gepak Lampung Minta Thomas Amirico Tak Dijadikan Kambing Hitam

Tak hanya ancaman secara verbal, WS juga mengaku mengalami teror fisik. Ia mengatakan kaca depan warung miliknya pecah secara tiba-tiba pada malam hari sekitar pukul 01.30 WIB.

“Kaca warung saya pecah malam itu. Saya nggak tahu siapa yang mecahin, tapi sejak saya lapor polisi, saya ngerasa mulai diteror,” ujar WS.

Ia juga menyampaikan bahwa ini bukan kejadian satu-satunya. Ia khawatir kejadian seperti ini akan terus berulang dan mengganggu keselamatan dirinya.

“Saya takut kalau dia terus ganggu saya. Entah dengan cara kekerasan atau bentuk teror lain. Ancaman itu nyata,” ucap WS.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Polres Pringsewu belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan laporan tersebut. WS bersama kuasa hukumnya berharap kasus ini diproses secara profesional dan hukum benar-benar memberi perlindungan kepada warga yang mencari keadilan. ( * )

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *