Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Komisi IX DPR RI Tinjau Pelaksanaan Program Kesehatan dan Ketenagakerjaan di Aceh

dpr ri
Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Aceh, Dr. M. Jafar, SH, M.Hum, saat menerima kunjungan kerja Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dalam rangka melakukan Masa Reses Persidangan V Tahun Sidang 2022-2023, di Gedung Serbaguna Setda Aceh, Banda Aceh, Senin (17/7/2023). (Foto: Humas Pemprov)

BANDA ACEH – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh diwakili Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Aceh, M Jafar, menerima kunjungan kerja dari anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dalam rangka Masa Reses Persidangan V Tahun sidang 2022-2023. Senin (17/7/2023).

Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan berbagai program di berbagai instansi terkait di Aceh yang berada di bawah lingkup Komisi IX DPR RI, terutama di bidang kesehatan dan ketenagakerjaan.

Rapat yang berlangsung di Gedung Serba Guna Kantor Gubernur Aceh tersebut dihadiri oleh sejumlah instansi terkait di bidang kesehatan dan ketenagakerjaan, antara lain BP2MI, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, BPOM, BKKBN, RSUZA, Dinas Kesehatan Aceh, dan Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh.

M Jafar berharap, bahwa pertemuan tersebut akan memberikan data dan informasi yang diperlukan untuk langkah-langkah selanjutnya, terutama dalam penetapan kebijakan yang sesuai dengan kondisi dan data yang ditemukan, serta dalam penetapan anggaran di masa depan.

BACA JUGA:  Langgar Kode Etik, Ketua KIP Aceh Tamiang Dipecat DKPP

“Informasi dan data yang disampaikan tadi ada beberapa positif dan masih banyak hal kurang. Saran dan masukan dari Kementerian dan DPR RI juga akan kita tampung karena ini sangat bermanfaat bagi pembuatan kebijakan dan kegiatan lebih lanjut,” kata Jafar dalam pada pertemuan itu.

Ketua Tim atau Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Dr. Hj. Kurniasih Mufidayati,. mengapresiasi kinerja Pemerintah Aceh terutama di bidang kesehatan, di mana cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi masyarakat Aceh telah mencapai 100 persen, dan RSUDZA juga mengalami kemajuan signifikan.

“Ini sangat luar biasa dan bisa jadi percontohan bagi daerah lainnya karena berhasil mencapai di angka 100 persen (kesertaan BPJS Kesehatan) bagi seluruh masyarakat Aceh,” katanya.

Selain itu, Mufidayati juga mengungkapkan bahwa di bidang kesehatan, khususnya di RSUDZA, kerjasama dengan Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Jakarta telah berhasil melakukan operasi yang berisiko tinggi, yaitu operasi pembuluh otak pada 2 pasien dengan gangguan saraf pembuluh otak.

BACA JUGA:  Mira Hayati 'Ratu Emas' Masih Aktif di Medsos, Ditekan Segera Dieksekusi

“Saya rasa ini prestasi yang harus terus kita dorong oleh Komisi IX. Begitu juga di bidang ketenagakerjaan, pengawasan obat, dan juga dibidang kependudukan kita semua mendorong agar semua capaian pembangunan di Aceh bisa terus meningkat dan mengalami kemajuan,” pungkasnya.

Selain pertemuan tersebut, juga dilakukan penyerahan santunan jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, jaminan hari tua dan beasiswa pendidikan anak oleh BPJS Ketenagakerjaan. Selanjutnya, Kementerian Kesehatan juga memberikan bantuan kepada Pemerintah Aceh berupa 1.500 tes RDT Biosensor dan 600 masker medis.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *