LHOKSEUMAWE – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Lhokseumawe mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap potensi kode batang (barcode) Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) palsu. Langkah ini penting untuk memastikan keamanan transaksi digital dan mencegah potensi penyalahgunaan yang dapat merugikan pengguna.
Meskipun hingga saat ini belum ada laporan terkait QRIS palsu di wilayah kerja BI Lhokseumawe, kewaspadaan tetap diperlukan. Hal ini disampaikan oleh Kepala KPw BI Lhokseumawe, Prabu Dewanto, dalam pertemuan silaturahmi dengan insan pers di ruang VIP Soft Coffee Lhokseumawe pada Jumat (21/02/2025) pukul 16.00 WIB.
“Kami ingin memastikan QRIS yang digunakan oleh masyarakat adalah QRIS yang sah dan sesuai dengan tujuan transaksi. Misalnya, jika seseorang berniat berdonasi di masjid melalui QRIS, tetapi setelah diperiksa transaksi tersebut malah mengarah ke rekening yang tidak sesuai, maka bisa jadi ada indikasi penyalahgunaan. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk lebih teliti saat melakukan transaksi,” ujar Prabu Dewanto.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memeriksa penerima pembayaran, bank tujuan, serta nomor rekening sebelum menyelesaikan transaksi menggunakan QRIS.
Menurut data BI, pada akhir tahun 2024, jumlah pengguna QRIS di Provinsi Aceh meningkat signifikan, mencapai 658.721 pengguna, dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, BI Lhokseumawe secara aktif melakukan sosialisasi mengenai penggunaan QRIS yang aman, baik di kalangan masyarakat umum, kampus, maupun sekolah-sekolah.
“Kami terus mendorong edukasi agar masyarakat dapat memahami dan menggunakan QRIS dengan baik serta aman,” lanjutnya.
Selain itu, BI Lhokseumawe juga mengampanyekan gerakan “Cinta, Bangga, Paham Rupiah”, yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai cara mengenali uang rupiah asli serta menghindari uang palsu.
“Penting bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap potensi uang palsu. Kami berharap masyarakat lebih cermat dalam bertransaksi menggunakan QRIS maupun uang tunai,” tutur Prabu Dewanto.
BI Lhokseumawe berkomitmen untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan dalam bertransaksi demi menciptakan sistem pembayaran yang lebih aman dan transparan.







