Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Lewat Program ICARE, Pertanian Losari Brebes Bertransformasi Modern: Hasil Panen Naik Hingga 10,2 Ton per Hektare

IMG 20260805 WA0008
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Hendri Adi Komara bersama unsur terkait meninjau penggunaan mesin panen gabah, wujud dukungan penerapan teknologi pertanian modern untuk tingkatkan hasil dan efisiensi usaha tani.(Foto dok hariandaerah.com)

BREBES – Guna mewujudkan pertanian maju, mandiri dan berdaya saing, Pemerintah Kabupaten Brebes terus memperkuat kerja sama dalam pelaksanaan Program Pemberdayaan Sumber Daya Pertanian Terpadu (ICARE). Difokuskan di Kecamatan Losari, program ini mengutamakan penguatan kelembagaan petani, penerapan teknologi tepat guna, serta pembukaan akses permodalan untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha tani.

Apresiasi atas kemajuan yang telah dicapai disampaikan melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Brebes, Ineke Tri Sulistyowaty, saat mendampingi kegiatan pendampingan dan penyerahan bantuan yang dilaksanakan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah di Desa Kedungneng, Kecamatan Losari, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, kehadiran program tidak hanya membawa pembaharuan teknologi, tetapi juga membina kemampuan petani dan memperkuat wadah kebersamaan.

“Program ICARE telah memberi manfaat nyata. Pemerintah Kabupaten Brebes siap terus mendukung keberlanjutannya melalui kerja sama dan pendampingan agar dampak positifnya semakin meluas dirasakan masyarakat,” ujar Ineke.

Disebutkan pula keberhasilan penerapan Pompa Air Tenaga Surya di Desa Kalibuntu serta penggunaan Sistem Pertanian Maju Terpadu (PM‑AAS) yang terbukti menaikkan hasil sekaligus menekan biaya dan penggunaan sumber daya. Pembentukan koperasi pertanian di berbagai wilayah menjadi pondasi agar petani mampu mengelola usaha secara lebih kuat dan mandiri.

BACA JUGA:  Lebih dari Seremonial: Kolaborasi Pemerintah dan Swasta di Brebes Bukti Negara Hadir Lewat Karya Nyata

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Hendri Adi Komara, menjelaskan bahwa program ini adalah langkah nyata perubahan menuju pertanian modern yang kokoh pada kelembagaan petani.

“Keunggulan sistem PM‑AAS sangat terlihat nyata. Jika secara konvensional rata‑rata panen mencapai 5–6 ton gabah per hektare, dengan sistem baru ini hasilnya naik hingga 10,2 ton per hektare berdasarkan hasil pengukuran langsung,” ungkapnya.

Sistem tersebut menggabungkan teknologi, mesin pertanian, data serta cara bercocok tanam terukur, menerapkan pola tanam larikan dan penyemprotan menggunakan pesawat tanpa awak, sehingga pekerjaan lebih cepat, merata, hemat biaya dan tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala BRMP Jawa Tengah, Arif Surahman, menyampaikan bahwa ICARE merupakan program unggulan Kementerian Pertanian yang didukung pendanaan Bank Dunia. Di Jawa Tengah wilayah sasaran utamanya Kecamatan Losari mencakup delapan desa, mengembangkan komoditas utama padi dan pisang. Berjalan sejak tahun 2022 hingga 2027, program membangun berbagai unit usaha melalui koperasi, mulai penyediaan sarana produksi, jasa alat pertanian, pengolahan hasil panen hingga layanan pembiayaan.

BACA JUGA:  Gema Swara Mardika SMP 1 Paguyangan Sabet Juara 1 Drumband HUT Brebes ke-348

“Harapan kami, unit usaha yang terbentuk dapat berkembang maksimal sehingga petani semakin mampu berdiri sendiri dan hidup sejahtera,” ujarnya.

Direktur Program ICARE, Bram Kusbiantoro, menilai perkembangan pelaksanaan di Brebes berjalan sangat baik dan pesat. Ia berpesan agar kemajuan dan kelembagaan yang telah terbentuk terus dijaga dan dikembangkan, sehingga manfaatnya tetap terasa meski masa pelaksanaan proyek berakhir nanti.

Dalam kesempatan tersebut dilaksanakan penyerahan bantuan secara simbolis untuk tahun 2025 dan 2026 kepada empat koperasi yaitu Koperasi Tumbuh Gelimang Pangan, Koperasi Sinergi Hasil Tani, Koperasi Langgeng Lumbung Pangan, dan Koperasi Manfaat Hasil Tani. Dukungan ini bertujuan memperkuat fondasi ekonomi kelompok tani agar tumbuh menjadi badan usaha pertanian yang profesional, tangguh dan bermanfaat luas melalui kerja sama lintas pihak.

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *