BENER MERIAH — Dalam upaya membangun budaya literasi dan memberdayakan potensi lokal, mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang tergabung dalam kelompok LT_BM-SPT 1 melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi di Kampung Simpang Teritit, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah. Kegiatan pengabdian ini dimulai pada 2 Juli dan akan berlangsung hingga 31 Juli 2025.
Program KKN Tematik Literasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang bertujuan untuk memperkuat kecakapan literasi masyarakat melalui pemanfaatan bahan bacaan berkualitas, terutama di wilayah dengan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang masih rendah.
Ketua Kelompok KKN LT_BM-SPT 1, Muhammad Dzaky, mengatakan bahwa pemilihan Kampung Simpang Teritit sebagai lokus pengabdian didasarkan pada potensi desa dalam meningkatkan literasi warganya.
“Kami melihat bahwa Simpang Teritit memiliki semangat dan fasilitas dasar yang memungkinkan untuk pengembangan literasi. Tinggal bagaimana kami sebagai mahasiswa hadir memberi stimulus dan sistem yang dapat dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat,” ujar Muhammad Dzaky kepada media ini, Selasa (22/7/2025).
Salah satu kegiatan utama kelompok ini adalah pengelolaan dan digitalisasi perpustakaan desa. Sebanyak 1.000 koleksi buku dikatalogkan menggunakan sistem RDA (Resource Description and Access) dan diintegrasikan ke dalam website perpustakaan agar akses masyarakat lebih mudah, cepat, dan transparan. Layanan ini juga dilengkapi dengan kegiatan perpustakaan keliling yang menjangkau warga di dusun-dusun terpencil.
“Kami ingin membuat perpustakaan tidak lagi terkesan kaku dan pasif, tapi menjadi ruang hidup yang dinamis, terutama bagi anak-anak dan remaja,” kata Dzaky.
Program ini juga dirancang menyentuh langsung anak-anak melalui kegiatan literasi kreatif, seperti “Read Me A Book”, membaca nyaring, dan “Cerdas Mengulas Buku”. Kegiatan ini dipadukan dengan permainan edukatif yang mengasah imajinasi, daya pikir kritis, serta membangun kepercayaan diri anak dalam menyampaikan pendapat.
Tak hanya di perpustakaan, mahasiswa KKN juga mengunjungi sekolah-sekolah sekitar untuk menggelar proyek menulis cerita berdasarkan isi buku bacaan, sekaligus memberikan pelatihan singkat tentang struktur cerita dan ekspresi bahasa tulis.
Untuk memperluas jangkauan dan membangun kesadaran kolektif, seluruh kegiatan dipublikasikan melalui akun Instagram resmi mereka @kknliterasi_simpangteritit. Akun ini tidak hanya berisi dokumentasi, tetapi juga berfungsi sebagai media edukasi digital bagi masyarakat luas.
Menjelang akhir masa pengabdian, kelompok KKN LT_BM-SPT 1 tengah mempersiapkan Apresiasi Literasi Tingkat Desa, berupa serangkaian perlombaan edukatif yang diikuti oleh anak-anak peserta program. Dalam kegiatan ini, akan diberikan penghargaan berupa sertifikat, plakat, dan bingkisan edukatif sebagai bentuk apresiasi terhadap semangat dan kreativitas mereka.
“Kami ingin anak-anak bangga dengan proses belajar mereka. Apresiasi adalah bagian penting dalam menumbuhkan kecintaan pada literasi,” tambah Dzaky.
Melalui KKN Tematik Literasi ini, mahasiswa USK tidak hanya mengimplementasikan ilmu dari kampus, namun juga berperan aktif dalam membangun ekosistem literasi desa yang berkelanjutan. Upaya ini diharapkan mampu menjadi titik awal terciptanya masyarakat pembelajar sepanjang hayat di Kampung Simpang Teritit dan desa-desa lainnya di Indonesia.














