Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Mahasiswi UIN Ar-Raniry Ikuti FASStrack Asia 2026 di National University of Singapore

WhatsApp Image 2026 07 26 at 10.01.41
Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Alya Rossa, berfoto di depan landmark #NUS saat mengikuti program FASStrack Asia: The Summer School 2026 di National University of Singapore (NUS), Singapura./Foto: Ho Harian Daerah.

BANDA ACEH – Alya Rossa, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, mendapat kesempatan mengikuti FASStrack Asia: The Summer School 2026 yang diselenggarakan Faculty of Arts and Social Sciences (FASS), National University of Singapore (NUS).

Program summer school internasional tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara untuk mempelajari isu-isu Asia melalui perkuliahan, diskusi akademik, serta pembelajaran berbasis pengalaman.

Dalam program tersebut, Alya mengikuti mata kuliah Emotions and Social Life yang mengkaji hubungan antara emosi, interaksi sosial, serta dinamika kehidupan masyarakat.

Bagi Alya, kesempatan belajar di NUS menjadi pengalaman akademik yang memperluas perspektifnya. Selain didukung fasilitas pembelajaran modern, ia juga merasakan suasana perkuliahan yang interaktif dengan metode pengajaran yang mendorong mahasiswa untuk aktif berdiskusi dan berpikir kritis.

Menurut Alya, para dosen di NUS tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga memastikan mahasiswa memahami setiap pembahasan. Mahasiswa dapat berdiskusi apabila masih terdapat materi yang belum dipahami, baik saat waktu istirahat, setelah perkuliahan, maupun melalui surat elektronik.

Selama mengikuti program, Alya belajar bersama mahasiswa dari berbagai negara, di antaranya Jepang, Amerika Serikat, Belanda, Inggris, Tiongkok, Kanada, Chili, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Australia.

BACA JUGA:  Perkuat Mutu Pendidikan dan Pelayanan: Rektor IAIN Lhokseumawe Lantik 31 Pegawai PPPK

Keberagaman tersebut menghadirkan suasana diskusi yang dinamis karena setiap peserta membawa pengalaman, budaya, serta sudut pandang yang berbeda.

Namun, pengalaman yang paling membekas bagi Alya berasal dari materi yang dipelajari di kelas. Menurutnya, mata kuliah Emotions and Social Life tidak hanya membahas teori mengenai emosi, tetapi juga mengaitkannya dengan sejarah, budaya, dan kehidupan sosial masyarakat.

“Awalnya saya mengira mata kuliah ini hanya membahas emosi secara umum. Ternyata saya belajar bagaimana emosi berkaitan dengan sejarah, budaya, bahkan kehidupan masyarakat di berbagai negara. Hal itu membuat saya melihat bahwa emosi bukan hanya sesuatu yang dirasakan seseorang, tetapi juga dipengaruhi oleh konteks sosial dan budaya,” ujar Alya kepada Media ini, Ahad (26/7/2026).

Salah satu pengalaman yang berkesan bagi Alya adalah Social Media Project, yakni proyek kelompok yang mengajak mahasiswa membuat video atau meme untuk menjelaskan maupun mengekspresikan salah satu jenis emosi.

Dalam proyek tersebut, setiap kelompok menganalisis teori yang mendasari emosi yang dipilih serta kaitannya dengan kehidupan sosial sebelum mempresentasikan hasilnya di kelas.

Selain itu, mahasiswa juga diminta menyusun individual write-up untuk merefleksikan bagaimana emosi terbentuk, faktor-faktor yang memengaruhinya, serta bagaimana emosi bekerja dalam kehidupan sosial.

BACA JUGA:  Anies dan Prabowo Soroti Program Pendidikan Era Jokowi

Menurut Alya, pendekatan pembelajaran tersebut membuat teori yang dipelajari terasa lebih dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari.

Bagi Alya, mengikuti FASStrack Asia: The Summer School 2026 tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga membuka kesempatan untuk membangun jejaring internasional dengan mahasiswa dari berbagai negara.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk terus mengembangkan diri sekaligus mendorong mahasiswa lain agar berani mengambil kesempatan belajar di tingkat internasional.

Selain Alya Rossa, UIN Ar-Raniry juga mengirimkan dua mahasiswa lainnya dalam program tersebut, yakni Cut Sitti Kamila Muslim dari Program Studi Hukum Ekonomi Syariah dan Putri Munira Ponnui’m dari Program Studi Ilmu Hadis. Ketiganya mengikuti mata kuliah berbeda sesuai bidang kajian masing-masing.

Keikutsertaan tiga mahasiswa tersebut menjadi bagian dari upaya UIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam mendorong internasionalisasi pendidikan tinggi serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas wawasan akademik, membangun jejaring internasional, dan meningkatkan daya saing di tingkat global.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *