Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Mengenal Pentingnya Protein Hewani Untuk Cegah Stunting

puskesmas-blang-bintang
Staf gizi Puskesmas Blang Bintang, Noviyani, S.Gz, saat melakukan edukasi gizi kepada warga melalui Yayasan Baitul Maal BRILiaN RO Banda Aceh. (Foto: hariandaerah/Imam)

BANDA ACEH – Dalam upaya menangani masalah stunting pada anak-anak, peneliti telah mengarahkan perhatiannya pada potensi besar protein hewani dalam mencegah gangguan pertumbuhan ini. Studi terbaru menyoroti bahwa asupan protein hewani, terutama pada masa perkembangan anak, memiliki peran penting dalam meminimalkan risiko stunting.

Penelitian yang dilakukan oleh para ahli gizi menunjukkan bahwa protein hewani, seperti yang ditemukan dalam daging, ikan, telur, dan produk susu, mengandung asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal anak-anak. Mengonsumsi sumber protein hewani yang tepat dan berkualitas memberikan dasar kuat bagi pertumbuhan fisik dan kognitif yang sehat pada masa awal kehidupan.

Langkah-langkah untuk meningkatkan akses dan edukasi mengenai pentingnya asupan protein hewani dalam makanan anak-anak telah menjadi fokus utama dalam upaya pencegahan stunting di berbagai komunitas. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan organisasi non-pemerintah telah diintensifkan untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan dan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat tentang manfaat nutrisi yang adekuat bagi pertumbuhan anak.

Pendekatan holistik ini diharapkan dapat mengatasi tantangan stunting dengan menekankan pentingnya gizi yang seimbang, terutama melalui asupan protein hewani yang tepat, guna memastikan bahwa anak-anak memiliki fondasi yang kuat untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat dan tangguh.

protein-hewani
Ikan adalah salah satu sumber protein hewani. Pasar Almahira kota Banda Aceh. (Foto: hariandaerah/Imam)

Noviyani, S.Gz, seorang staf gizi yang bertugas di Puskesmas Blang Bintang Aceh Besar, menjelaskan bahwa pentingnya memahami kosumsi protein hewani untuk cegah Stunting.

“Dalam mengatasi masalah stunting, penting bagi kita untuk memahami bahwa protein hewani memiliki peran yang krusial dalam membentuk pondasi pertumbuhan anak-anak. Kekurangan asupan protein berkualitas dapat menghambat pertumbuhan optimal mereka. Oleh karena itu, memperluas pemahaman akan nilai penting protein hewani dalam pola makan anak merupakan langkah penting untuk mengurangi prevalensi stunting di masyarakat,” terang Noviyani kepada hariandaerah.com, Selasa (12/12/2023).

BACA JUGA:  Polisi Kejar Keberadaan Pelaku Yang Menghilangkan Nyawa Wanita di Kajhu

“Asupan protein hewani merupakan fondasi kunci bagi pertumbuhan anak yang optimal. Kandungan asam amino esensial dalam sumber protein ini memainkan peran vital dalam pembentukan jaringan tubuh dan perkembangan kognitif anak-anak,” jelasnya

Beliau juga menyoroti bahwa kesadaran akan pentingnya sumber nutrisi ini perlu ditingkatkan di berbagai komunitas.

“Edukasi mengenai nilai protein hewani yang tepat harus didorong secara luas, terutama di lingkungan dengan akses terbatas terhadap makanan bergizi. Menggali potensi protein hewani sebagai bagian dari pola makan sehari-hari adalah langkah signifikan dalam melindungi anak-anak dari masalah stunting,” tambahnya.

Mengutip dari kompas.com, Selasa (12/12/2023). Prof. Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA(K), Ketua Satgas Stunting Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menjelaskan bahwa kekurangan gizi yang berkorelasi dengan stunting, utamanya, adalah kekurangan energi dan asam amino esensial. Energi dapat diperoleh dari karbohidrat, lemak, dan protein. Asam amino esensial, yang merupakan zat pembangun tubuh, dapat ditemukan dalam protein. Selain itu, mikronutrien seperti magnesium, potasium, sodium, dan seng juga berperan penting.

Ia juga menjelaskan bahwa, ada 9 asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh sendiri dan harus diperoleh dari makanan. Makanan sumber protein nabati seperti kacang kedelai juga mengandung asam amino esensial. Namun, makanan sumber protein hewani memiliki asam amino esensial yang lebih lengkap dan cukup dibandingkan makanan nabati.

anak-stunting
Dampak buruk yang dialami salah seorang anak Stunting akibat kurang asupan protein hewani. (Foto: hariandaerah/Imam)

Kekurangan satu saja asam amino esensial dapat menyebabkan penurunan kadar hormon pertumbuhan hingga 34 persen. Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi makanan yang mengandung asam amino esensial yang lengkap.

BACA JUGA:  Hadiri Pemakaman Aiptu Samsul Bahri, Kapolres Aceh Besar: Saya Bersaksi Dia Orang Baik

Makanan sumber protein hewani yang mengandung asam amino esensial yang tinggi antara lain susu, telur, ikan, ayam, dan daging. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi lebih dari satu makanan sumber protein hewani dalam satu hari dapat menurunkan risiko stunting hingga enam persen. Di antara protein hewani, susu dianggap sebagai yang paling baik, diikuti oleh ikan dan ayam. Daging merupakan pilihan terakhir.

Dengan demikian, tubuh dapat memperoleh asupan asam amino esensial baik dari makanan sumber protein hewani maupun nabati. Namun, makanan sumber protein hewani cenderung memiliki asam amino esensial yang lebih lengkap dan berperan lebih besar dalam pencegahan stunting.

Mendalami pemahaman tentang pentingnya protein hewani dalam mencegah stunting tidak hanya berkaitan dengan upaya individual, tetapi juga menyiratkan perlunya dukungan struktural yang mendorong perubahan dalam pola makan masyarakat secara keseluruhan. Hal ini akan membantu memastikan bahwa anak-anak memiliki kesempatan yang setara untuk tumbuh dan berkembang dengan potensi optimalnya.

Dalam upaya mencegah stunting yang telah menjadi perhatian utama di kalangan ilmu gizi, para ahli dan praktisi kesehatan terus menekankan pentingnya asupan protein hewani sebagai solusi potensial dalam mengatasi masalah pertumbuhan yang terhambat pada anak-anak.

Selain itu, pendekatan holistik juga diterapkan dalam mengatasi tantangan stunting. Selain memperhatikan asupan protein hewani, penting untuk memastikan gizi yang seimbang dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan mikronutrien seperti sayuran dan buah-buahan. Pendidikan gizi yang menyeluruh juga diperlukan untuk membantu masyarakat memahami pentingnya pola makan yang sehat dan memberikan dukungan dalam mengimplementasikannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *