Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

MGR Tunda Event dan Fokus Bantu Korban Banjir Bandang di Sumbar

Panitia Minang Geopark Run (MGR) bersama relawan mengoperasikan dapur umum di wilayah terdampak banjir bandang Batu Taba dan Malalo, Sumatera Barat. (Foto: Ist)
Panitia Minang Geopark Run (MGR) bersama relawan mengoperasikan dapur umum di wilayah terdampak banjir bandang Batu Taba dan Malalo, Sumatera Barat. (Foto: Ist)

Padang – Gelaran Minang Geopark Run (MGR) yang rencananya berlangsung pada Minggu, 30 November 2025, harus mengalami perubahan besar. Bencana banjir bandang yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera Barat pada 27 November 2025 bahkan turut menerjang Aceh dan Sumatera Utara membuat agenda tersebut dialihkan demi keselamatan dan kepedulian pada masyarakat. Situasi darurat ini memaksa seluruh pihak untuk memusatkan perhatian pada penanganan bencana.

Founder MGR, Yv Tri Saputra, memilih menunda event yang memadukan olahraga lari, wisata, pelestarian lingkungan, dan budaya tersebut. Setelah berkoordinasi dengan pihak berwenang, MGR 2025 diputuskan bergeser ke tanggal 21 Desember 2025. “Kita tidak boleh larut dalam kesedihan. Sumbar harus segera bangkit, memulihkan ekonomi dan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Yv Tri, keputusan ini diambil karena dampak bencana sangat besar. “Puluhan kampung tertimbun, korban jiwa sudah mencapai sekitar 200 orang. Sumbar berduka. Karena itu MGR kita tunda ke tanggal 21 Desember, seperti diumumkan Panitia Pelaksana MGR 2025 di akun Instagram resmi MGR,” katanya, Senin (8/12/2025).

BACA JUGA:  ASN Pemko Padang Dituntut Jadi Agen Perubahan

Tidak hanya menunda kegiatan, Yv Tri Saputra bersama Panitia Pelaksana MGR langsung terjun membantu di lapangan. Mereka ikut dalam operasi kemanusiaan untuk menyelamatkan dan menolong warga terdampak. “Kami mengaktifkan dapur umum di sejumlah titik bencana seperti Batu Taba dan Malalo,” jelasnya. Dua daerah itu hingga Minggu kemarin masih terisolasi jalur darat.

BACA JUGA:  Jaga Kerukunan Umat Beragama,Kota Padang Terima Penghargaan dari FKUB Sumbar

“Ke Malalo hanya bisa ditembus menggunakan perahu atau boat melalui Danau Singkarak,” tambah Yv. Aksi kemanusiaan ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak.

“Operasi kemanusiaan MGR bersama Yayasan Koarsa disokong banyak pihak seperti Group R17, PT Proxsis, PT Jasa Raharja Putra, RM Simpang Raya, hingga Minang Bandung Foundation. Semua bahu-membahu membantu korban bencana,” ujar Yv Tri.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *