LINGGA — Sosok pemimpin yang muda, energik, dan tegas dinilai sangat dibutuhkan dalam membangun daerah, terlebih di era penuh tantangan seperti saat ini. Kriteria tersebut dinilai melekat pada figur Neko Wesha Pawelloy, politisi muda asal Kabupaten Lingga yang memiliki rekam jejak kuat di dunia pemerintahan dan legislatif.
Pria kelahiran Yogyakarta, 18 Juni 1986 ini merupakan putra dari mantan Bupati Lingga, H. Alias Wello. Selama menjabat sebagai Wakil Bupati Lingga, Neko—sapaan akrabnya—dikenal sebagai sosok yang disiplin dan tegas, terutama terhadap pegawai pemerintahan yang tidak menjalankan tugas dengan baik. Ia kerap melakukan inspeksi mendadak ke kantor-kantor pemerintahan untuk memastikan layanan publik berjalan sesuai harapan masyarakat.
Ketegasan dan energi yang dimilikinya, menurut sejumlah pihak, merupakan modal penting bagi seorang pemimpin. Keduanya diperlukan untuk menjaga independensi dalam pengambilan kebijakan, serta mencegah intervensi dari pihak-pihak berkepentingan, termasuk dari partai politik maupun bawahannya.
“Ketegasan Neko sudah terbukti saat menjabat sebagai Wakil Bupati Lingga. Ia memilih mengundurkan diri karena melihat ada kebijakan pemerintah daerah yang tidak berpihak pada masyarakat. Ini bentuk nyata integritasnya,” ujar Ketua Dewan Penasehat Projo Provinsi Kepulauan Riau, Tan Edi, SH, Selasa (22/7/2025).
Tan Edi, yang akrab disapa Koko Edi, menilai keputusan mundurnya Neko dari jabatan Wakil Bupati karena tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan penting yang berdampak langsung kepada masyarakat. Padahal, menurutnya, hubungan kerja sama antara bupati dan wakil bupati sangat penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan daerah.
“Kerja sama yang harmonis antara kepala daerah dan wakilnya adalah kunci sukses pembangunan dan pelayanan masyarakat,” tegasnya.
Rekam Jejak Politik Neko Wesha Pawelloy
Karier politik Neko dimulai pada 2014 ketika ia terpilih sebagai Anggota DPRD Kabupaten Lingga. Pada tahun 2015, ia menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD. Saat itu, ayahnya, Alias Wello, juga menjabat sebagai Bupati Lingga (periode 2016–2020).
Namanya semakin dikenal publik setelah kembali terpilih dalam Pemilu 2019 dan menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lingga sekaligus Ketua Fraksi Partai NasDem. Pada tahun 2020, ia mengundurkan diri dari DPRD untuk maju sebagai calon Wakil Bupati Lingga mendampingi M. Nizar. Pasangan ini berhasil menang dan resmi dilantik oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, pada 26 Februari 2021.
Namun, pada tahun 2023, Neko kembali mengambil langkah besar dengan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Wakil Bupati. Ia maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau dalam Pemilu Legislatif 2024, kali ini di bawah naungan Partai Perindo, setelah keluar dari Partai NasDem. Neko menjabat sebagai Ketua DPD Perindo Kabupaten Lingga, namun hanya meraih 6.008 suara dan gagal melaju ke parlemen provinsi.
Kini, menjelang Pilkada Serentak 2024, Neko kembali menjadi sorotan setelah mencalonkan diri sebagai calon Bupati Kepulauan Anambas, berpasangan dengan Taufik, mantan Anggota DPRD Provinsi Kepri.








