Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

OJK Dorong Inklusi Keuangan di Perdesaan

ojk
Otoritas Jasa keuangan, (OJK). (Foto: Istimewa)

BANYUMAS – Desa Pekunden di Banyumas, Jawa Tengah, telah menjadi pusat perhatian dalam upaya meningkatkan inklusi keuangan masyarakat perdesaan, Rabu (18/10/2023).

Dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan (BIK) Tahun 2023, Kantor OJK Purwokerto bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Banyumas mengadakan kegiatan Edukasi Keuangan Festival Budaya yang tak hanya memperkuat hubungan antara pemerintah dan komunitas, tetapi juga membantu mencapai inklusi keuangan yang lebih merata.

Desa Pekunden, yang baru-baru ini meraih Juara 2 Kategori Desa Wisata Rintisan di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2023, adalah pilot project pelaksanaan Program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) Kantor OJK Purwokerto. Desa ini membanggakan potensi wisata dan UMKM yang dapat menjadi pendorong peningkatan taraf hidup masyarakat sekitar.

Festival Budaya Desa Ekosistem Keuangan Inklusif adalah tindakan konkret untuk mengatasi ketidaksetaraan dalam inklusi keuangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Menurut hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022, tingkat literasi dan inklusi keuangan di perdesaan masih berada di bawah rata-rata nasional.

BACA JUGA:  Sulawesi Selatan Sukses Buka Akses Ekspor Perikanan ke Hongkong

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengungkapkan bahwa, mereka akan selalu mencari solusi terbaik demi kemakmuran masyarakat.

“Kami optimis, dengan semangat kolaborasi mencari solusi terbaik demi kemakmuran masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan, Bank Indonesia, Pemerintah Daerah, Industri Jasa Keuangan dan seluruh pemangku kepentingan lainnya, dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi dari pendemi Covid-19 serta meningkatkan literasi dan inklusi masyarakat khususnya di Desa Pekunden dan sekitarnya,” ungkapnya.

Festival ini menjadi wadah pendidikan bagi masyarakat setempat tentang produk dan layanan jasa keuangan, dari tabungan hingga investasi, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat. Selain layanan keuangan, kegiatan edukasi non-keuangan seperti manajemen sampah, pemasaran digital, dan pengemasan juga diberikan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi desa.

BACA JUGA:  Harga Minyak Dunia Turun, Apakah pertalite Ikutan Turun? 

Festival Budaya Desa Ekosistem Keuangan Inklusif adalah upaya bersama para pemangku kepentingan di daerah, seperti pemerintah daerah, Bank Indonesia, OJK, dan lembaga jasa keuangan, untuk menciptakan inklusi keuangan yang lebih merata. Semua upaya ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik dan sejahtera, terutama di wilayah perdesaan yang sering kali terpinggirkan dalam akses keuangan.

Desa Pekunden bukan hanya destinasi wisata yang menarik, tetapi juga contoh nyata bahwa kecintaan terhadap ekonomi desa dan inklusi keuangan dapat menciptakan perubahan positif yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *