SULSEL– Pemerintah Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah berhasil membuka akses ekspor produk perikanan melalui penerbangan rute langsung, yang dikenal dengan istilah direct call, dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar ke Hongkong.
Kepala Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Makassar, Siti Chadidjah, mengonfirmasi kesuksesan ini dan menekankan peran penting penjaminan mutu dan keamanan produk dalam mendukung ekspor langsung dari Makassar ke Hongkong.
“Alhamdulillah, kali ini sudah bisa ekspor langsung dari Makassar ke Hongkong,” kata Kepala Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Makassar, Siti Chadidjah, dalam keterangannya, Senin (9/10/2023).
Direct call itu ditandai dengan pengiriman 4.126 kg produk perikanan yang terdiri dari ikan kerapu hidup, udang ronggeng, teripang kering, dan perut ikan.
Sementara itu, Plt. Gubernur Sulawesi Selatan, Bahtiar Baharuddin, membuka acara launching ini yang juga dihadiri oleh para Bupati/Walikota se-Sulawesi Selatan, Unsur Forkopimda, instansi terkait, dan pelaku usaha perikanan.
Baharuddin berharap bahwa, kerjasama antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan pemerintah Kabupaten/Kota akan memperlancar ekspor produk perikanan ke berbagai negara di seluruh dunia dan mendukung peningkatan ekonomi daerah di sektor Kelautan dan Perikanan.
Penerbangan direct call ini diharapkan dapat memberikan efisiensi biaya dan waktu dalam kegiatan ekspor produk perikanan dari Sulawesi Selatan. Direct call ini menjadi langkah positif dalam mengoptimalkan potensi perikanan daerah dan meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.













