Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Partai Nasional Dinilai Takut Kalah dengan Partai Aceh di Pilgub

partai-pemilu-2024
Partai peserta pemilihan umum 2024 (Foto: Kominfo)

BANDA ACEH – Pengamat Politik Universitas Malikussaleh, Teuku Kemal Fasya, menilai partai nasional (Parnas) takut kalah dengan Partai Aceh pada pemilihan gubernur (Pilgub). Hal ini dilihat dari banyaknya parnas meminang Muzakir Manaf alias Mualem, sebagai calon gubernur.

“Jadi halusinasinya pertama itu menganggap bahwa tidak bisa menang dari Partai Aceh,” kata Kemal, Senin (06/05/2024).

Kedua, kata Kemal, parnas terlalu berhalusinasi bahwa Pilgub Aceh masih berpotensi konflik. Padahal pemilihan gubernur 2017 silam, tidak ada konflik. Bahkan pesta demokrasinya aman dan cukup bersaing.

Karena itu, Kemal menilai sikap yang ditunjukkan parnas ini adalah pemikiran yang sesat. Seharusnya mereka juga berkaca pada pemilihan umum 2024. Di mana Partai Aceh hanya mampu meraih suara sekitar 24 persen.

“Artinya 76 persen yang lainnya kan masih ada kekuatan di luar partai,” kata dia. “Itu sangat bisa disinergikan, misalnya beberapa partai pemenang itu melakukan koalisi strategis.”

BACA JUGA:  Asisten III Sekda Aceh: Pers Adalah Mitra Pemerintah

Antropolog Universitas Malikussaleh ini juga menilai partai lokal tak lagi bertaring dikancah perpolitikan. Seharusnya, kata Kemal, ini dapat dimanfaatkan parnas sebagai penyeimbang dan mencalonkan gubernur sendiri.

Sebelumnya, empat partai politik pengusung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bakal meminang Muzakkir Manaf sebagai bakal calon gubernur pada Pilkada 2024. Mualem—sapaan Muzakkir Manaf—merupakan Ketua Umum Partai Aceh.

Ketua Tim Seleksi Pemilihan Kepala Daerah Partai Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan empat partai politik itu ialah, Golkar, Gerindra, PAN dan Demokrat. Keempat partai ini juga sudah mengambil formulir pendaftaran untuk bakal calon wakil gubernur.

“Namun baru Golkar yang sudah kembalikan langsung,” kata Nurlis Effendi, Sabtu, 4 Mei 2024.

Nurlis memastikan Partai Aceh sangat terbuka bagi partai politik lainnya untuk berkoalisi pada Pilgub mendatang. Hal ini demi menampung aspirasi masyarakat.

Nurlis juga menegaskan membangun Aceh sangat dibutuhkan kolaborasi yang baik lintas sektor. Karena itu, kata dia, Partai Aceh terbuka untuk semua kalangan masyarakat.

BACA JUGA:  M Gade, Apresiasi ASN Pemerintah Aceh Yang Ikut Berpartisipasi Dalam Aksi Donor Darah

Sebelumnya, T M Nurlif resmi mendaftarkan diri ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh, menjadi calon wakil gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dari Partai Golongan Karya itu, dicalonkan untuk mendampingi Muzakir Manaf atau Mualem selaku calon gubernur pada Pilkada mendatang.

“TM Nurlif didampingi Teuku Raja Keumangan dan tim serta tokoh dari Partai Golongan Karya resmi mendaftar sebagai cawagub lewat PA,” kata Ketua Tim Seleksi Pemilihan Kepala Daerah Partai Aceh, Nurlis Effendi, Jumat, 3 Mei 2024.

Nurlis mengatakan Partai Aceh sangat menerima dan menghormati setiap partai politik yang mendaftar ke DPP. Tak hanya itu, pendaftaran dari non PA juga disamakan.

“Kalau itu karena kebijakan. Tetapi kalau dari tim seleksi menganggapnya semua setara dengan siapapun yang mendaftar,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *