PRINGSEWU – Pengendara yang melintas di ruas Jalan Provinsi Podosari–Sukoharjo kabupaten Pringsewu Lampung diminta ekstra hati-hati. Jalan tersebut kini licin dan membahayakan, imbas dari aktivitas perbaikan jalan yang dinilai janggal oleh warga.
Pantauan di lokasi, badan jalan dipenuhi batu seplit bercampur tanah merah basah, mengancam keselamatan pengguna jalan. Rahmat, salah seorang pengendara sepeda motor, mengaku nyaris terjatuh saat melintas.
“Hampir jatuh saya. Jalannya licin, batu bercampur tanah merah. Kalau seperti ini caranya memperbaiki jalan, ini malah berbahaya,” keluh Rahmat.
Keanehan bukan hanya soal metode pengerjaan. Warga setempat, Wanto, menyoroti fakta bahwa ruas jalan tersebut baru saja dibangun pada akhir 2024 lalu, namun kini dibongkar kembali untuk pembangunan ulang.
“Jalan yang lama malah seperti sengaja dihilangkan. Padahal baru saja dibangun. Ini kan tumpang tindih namanya,” ujar Wanto heran, Selasa (29/4/25).
Lebih memperkuat kecurigaan publik, proyek di lokasi tidak memasang papan informasi kegiatan proyek sebagaimana diatur dalam ketentuan transparansi publik. Nama proyek, sumber anggaran, volume pekerjaan, hingga kontraktor pelaksana tak satu pun tertera.
Investigasi lapangan yang dilakukan media ini membenarkan, kondisi jalan lama nyaris tidak tersisa, tertimbun campuran batu dan tanah merah yang belum dilakukan pengaspalan.
Keterangan dari beberapa narasumber pun menguatkan bahwa pembangunan jalan sebelumnya baru selesai akhir 2024.
( Hingga berita ini diturunkan, awak media masih berupaya mencari konfirmasi dari pihak rekanan dan dinas terkait yang bertanggung jawab atas proyek ini.) ( Davit )








