ACEH TAMIANG – Pemerintah Republik Indonesia melaksanakan pembangunan hunian sementara (Huntara) yang lengkap dengan mushala dan juga MCK di 14 titik bagi masyarakat korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tamiang, Jum’at (26/12/2025).
Pembangunan direncanakan akan selesai pada bulan Januari 2026 untuk keseluruhan, namun ditargetkan dalam 1 minggu kedepan sekitar 200 Huntara akan siap dibangun tahap awal.
Koordinator HAKA pembangunan Huntara untuk korban bencana Aceh Tamiang, Yusuf Sitorus menyampaikan bahwa pembangunan Huntara ini adalah perintah dari Bapak Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Kita dari BUMN, yaitu HAKA, PP, WIKA, Waskita, ADI, Inindiya dan Brantas dipercayakan oleh Pemerintah untuk Recovery masyarakat yang kehilangan rumah,” ucap Yusuf Sitorus seperti dilansir dari youtube tvOneNews.
Yusuf Sitorus menjelaskan, pembangunan rumah atau hunian sementara ini untuk membantu program Pemerintah dalam penanganan bencana alam di Sumatera.
“Untuk Aceh Tamiang dibangun Huntara Danantara diatas tanah PTPN seluas 5 hektar. Kita melaksanakan pembangunan 600 unit Huntara sekitar 1 bulan ini,” terang Yusuf.
Yusuf menambahkan, saat ini pekerja sudah mulai mobilisasi dan alat, dimana pekerjaan memasuki tahap range clearence semuanya.
“Ini unik, pas hari libur dan lebaran kami harus bersatu padu uuntuk membantu program pemerintah. Ini adalah bakti kami bagi nusa dan bangsa dalam menyelamatkan teman-teman yang terkena bencana di Aceh Tamiang” ujarnya.
Sedangkan untuk bangunan Huntara yang sudah dirancang akan dibangun dengan ukurannya per unit 4,5×4,5 meter, dimana konstruksinya sederhana memakai baja ringan dan lantainya dari kayu triplek.
“Disini juga nanti ada Mushala, tempat cuci, ada MCK dan daerah hijaunya. Jadi walaupun hunian sementara, untuk estetika, layak hidup dan layak dipakai tetap kita jaga,” jelas Yusuf lagi.

Lebih lanjut dikatakan, pada dasarnya lokasi Huntara sudah rata walau ada beberapa tempat masih berlumpur, namun pihaknya akan mencari tempat lain yang kering. Secara umum untuk Huntara tidak ada masalah.
“Walaupun hari libur, kita lakukan dengan segala sumber daya, termasuk mendatangkan material dari Jakarta dan seluruh Provinsi. Meski membutuhkan, memang akan kami kejar terus sumber daya untuk Aceh Tamiang ini,” sebutnya.
“Untuk targetnya, Insya Allah 200 unit Huntara akan kita siapkan dalam 1 minggu ini. Sedangkan sisanya akan kita selesaikan di Januari ini paling lama,” ungkap Yusuf Sitorus.














