Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Pengendara Motor Tewas Terseret 50 Meter di Jalan Bireuen–Takengon

WhatsApp Image 2025 08 11 at 23.51.05
Petugas kepolisian melakukan olah TKP kecelakaan maut yang menewaskan pengendara sepeda motor di Jalan Bireuen–Takengon, Kampung Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah, Senin (11/8/2025). (Foto: Humas Polres Bener Meriah).

REDELONG– Kecelakaan maut terjadi di Jalan Umum Bireuen–Takengon, tepatnya di Kampung Negeri Antara, Km 36, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Senin (11/8/2025) sekitar pukul 10.00 WIB. Seorang pengendara sepeda motor tewas setelah tertabrak dan terseret sekitar 50 meter oleh mobil penumpang.

Peristiwa ini melibatkan mobil Toyota Hiace bernomor polisi B 7130 KDA yang dikemudikan Sandi Maulidiyan (31), warga Kampung Asir-Asir Asia, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah, dengan sepeda motor Honda Beat BL 3394 YP yang dikendarai Yacob Perdamean Purba (61), warga Kampung Negeri Antara, Kecamatan Pintu Rime Gayo.

Berdasarkan keterangan, kedua kendaraan melaju searah dari Takengon menuju Bireuen. Saat tiba di lokasi kejadian, pengendara Honda Beat mendadak berbelok arah. Toyota Hiace yang melaju di belakang dengan kecepatan tinggi tidak sempat menghindar, menabrak, dan menyeret korban sejauh kurang lebih 50 meter.

BACA JUGA:  120 Personel Polres Bener Meriah Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan

Korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Blang Rakal menggunakan ambulans, namun nyawanya tidak tertolong akibat benturan keras. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Kampung Negeri Antara untuk disemayamkan.

Kerugian materi akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai Rp15 juta. Sementara itu, sopir Toyota Hiace telah diamankan di Polsek Pintu Rime Gayo bersama barang bukti kedua kendaraan untuk penyelidikan lebih lanjut.

BACA JUGA:  BPJS Kesehatan Pastikan Akses Layanan JKN Tetap Buka Saat Libur Lebaran 2025

Kapolres Bener Meriah mengimbau seluruh pengguna jalan agar mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga jarak aman, dan mengurangi kecepatan, terutama di daerah rawan kecelakaan.

“Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Satu kelalaian di jalan bisa merenggut nyawa dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga,” tegasnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *