Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Petani Brebes Antre Berhari-hari untuk Dapatkan Pupuk Subsidi, Ini Penyebabnya

IMG 20260113 WA0069
Para petani di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, harus mengantre berhari-hari untuk mendapatkan pupuk subsidi (Foto: Istimewa)

BREBES – Petani di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terpaksa mengantre berhari-hari untuk mendapatkan pupuk subsidi. Bahkan, sebagian petani mengaku telah menunggu jatah pupuk sejak 2 Januari 2026. Antrean panjang hampir terjadi di seluruh Kios Pupuk Lengkap (KPL) di wilayah tersebut.

Salah satu kios yang mengalami antrean cukup panjang berada di Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba. Admin Kios Pupuk Lengkap Brebes Putra, Agus, mengatakan antrean terjadi akibat keterlambatan distribusi pupuk dari distributor ke kios.

“Setiap hari hanya ada tiga kali pengiriman, sementara kebutuhan sangat tinggi. Kebutuhan per hari sekitar 50 ton, sedangkan satu armada hanya mengangkut 8 ton. Jadi, sehari hanya masuk sekitar 24 ton,” ujar Agus.

Salah seorang petani, Rahmat (63), warga Desa Kluwut, mengaku telah membayar pupuk subsidi jenis urea dan phonska sejak 2 Januari, namun hingga kini belum menerimanya.

BACA JUGA:  156 ASN di Brebes Dilantik, Bupati Paramitha: Ini Awal Tanggung Jawab yang Lebih Besar

“Saya sudah bayar sejak 2 Januari. Setiap hari harus antre di sini sampai sawah saya terbengkalai karena tidak sempat ditengok. Kalau tidak antre, nanti diserobot orang lain,” keluh Rahmat.

Sementara itu, Ketua KUD Wanasari selaku distributor pupuk wilayah Kecamatan Bulakamba, Juwari, menjelaskan bahwa antrean terjadi akibat jadwal tanam padi yang hampir bersamaan di sejumlah wilayah.

“Terjadi peningkatan permintaan yang luar biasa karena petani menanam padi secara serentak. Ini bukan kelangkaan pupuk, karena stok sebenarnya sangat mencukupi,” tegas Juwari.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, KUD Wanasari telah menambah dua unit truk sewaan guna mempercepat distribusi pupuk ke kios-kios.

BACA JUGA:  Di Bawah Komando Paramitha, Bank Brebes Makin Berjaya: Laba Melejit 130%, Sabet Gelar TOP BUMD

Terpisah, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes, Azmi Asyidda Mushoffa, mengatakan antrean pupuk dimungkinkan terjadi akibat adanya penyesuaian distribusi.

“Bisa jadi karena adanya peralihan Pelaku Usaha Distributor (PUD) dan wilayah pelayanan Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS). Namun yang terpenting, petani yang ingin mendapatkan pupuk bersubsidi harus terdaftar dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK),” jelas Azmi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Penulis

Editor: Herlin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *