Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

Petani di Bumiayu Minta Bantuan Alat Berat untuk Perbaikan Sawah yang Rusak

WhatsApp Image 2026 01 15 at 15.40.15
Kondisi sawah di Desa Adisana Kecamatan Bumiayu yang rusak akibat bencana banjir bandang. (Foto: hariandaerah.com/Putra Zambase).

BREBES – Petani di wilayah Pengarutan dan Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, meminta bantuan alat berat untuk memperbaiki sawah yang rusak akibat bencana banjir. Sawah-sawah tersebut merupakan sumber mata pencaharian utama bagi para petani, namun saat ini mereka kesulitan untuk melakukan perbaikan karena biaya sewa alat berat yang mahal.

Menurut salah satu petani Achmad mustain warga RT 02. RW 01. Desa Adisana, kepada awak media mengatakan, biaya sewa alat berat untuk perbaikan sawah mencapai Rp 2,5 juta per hari. Jumlah ini sangat besar bagi para petani yang sudah terkena dampak bencana banjir dan harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memperbaiki sawahnya.

“Achmad mustain menambahkan, kami sangat membutuhkan bantuan alat berat untuk memperbaiki sawah kami. Karena kami tidak mampu membayar biaya sewa alat berat yang mahal, apalagi kami sudah terkena dampak bencana banjir,” kata Achmad Mustain, Kamis (15/1/2026).

Petani-petani di wilayah tersebut berharap agar pemerintah daerah, provinsi, dan pusat dapat membantu mereka dengan menyediakan alat berat untuk perbaikan sawah. Mereka juga berharap agar pemerintah dapat memberikan bantuan lain seperti subsidi biaya sewa alat berat atau bantuan langsung kepada petani yang terkena dampak bencana banjir.

“Kami hanya ingin bisa kembali bercocok tanam dan meningkatkan pendapatan kami. Kami berharap pemerintah dapat membantu kami,” tambah Achmad Mustain.

Permintaan bantuan alat berat ini juga disampaikan kepada Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, dengan harapan agar dapat segera ditindaklanjuti dan membantu para petani di wilayah kami ini.

Terpisah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Brebes, Iskandar Agung saat dihubungi melalui telepon mengatakan, kami sangat prihatin dengan kondisi yg menimpa para petani yang lahannya terdampak bencana banjir.

Kami sudah melakukan cek lapangan berharap penanganan bisa secara holistik, yang utama adalah penanganan perbaikan alur sungai yg menjadi penyebab kerusakan lahan petani.

Kami dari dinas juga sedang berupaya mengajukan usulan bantuan benih padi untuk petani terdampak banjir ke Kementan. Semoga dapat direalisasi dan dapat meringankan beban petani terdampak banjir.

Terkait dengan usulan petani yang meminta bantuan alat berat untuk memperbaiki sawah yang rusak akibat bencana banjir. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes, belum merespon usulan tersebut.

Editor: Herlin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *