Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Polda Aceh Gelar Simulasi Sispamkota, Siap Hadapi Kontijensi 2025

WhatsApp Image 2025 04 29 at 14.36.36
Polda Aceh Gelar Simulasi Sispamkota Hadapi Potensi Kontijensi 2025. (Foto: Kolase hariandaerah.com/Humas Polda Aceh).

BANDA ACEH Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kontijensi pada tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Mapolda Aceh dan disaksikan langsung oleh Kapolda Aceh Irjen Pol Dr. Achmad Kartiko, Selasa (29/4/2025).

Simulasi ini bertujuan untuk mengukur dan memastikan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai skenario kontijensi, khususnya terkait pengamanan aksi unjuk rasa yang dapat berkembang dari situasi damai menjadi anarkis.

Sebanyak 665 personel dari berbagai satuan dan fungsi dikerahkan dalam simulasi yang mengambil latar di Gedung DPR Aceh. Skema latihan menggambarkan dinamika aktivitas masyarakat hingga meningkat menjadi aksi unjuk rasa.

Dalam simulasi tersebut, diterjunkan sejumlah pasukan seperti Dalmas awal, Dalmas lintas ganti, pasukan anti huru-hara, hingga Den 45 anti-anarkis, yang bekerja sama untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Menghadapi eskalasi unjuk rasa yang bersifat anarkis, petugas juga mengoperasikan kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC), menembakkan gas air mata, serta menggunakan peluru hampa untuk membubarkan massa. Tindakan tegas dan terukur dilakukan terhadap massa yang bertindak destruktif, seperti melakukan pembakaran dan menyerang aparat.

BACA JUGA:  Polda Aceh Turunkan 700 Personel dalam Operasi Patuh Seulawah 2024

Simulasi ditutup dengan pengerahan tim K-9 Dit Samapta untuk mendeteksi bahan peledak dan narkotika, serta Tim Jibom Satbrimob yang melakukan prosedur disposal terhadap temuan bahan peledak. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara profesional dan terencana, menyerupai situasi nyata di lapangan.

Sebelum pelaksanaan simulasi, Polda Aceh terlebih dahulu menggelar Tactical Floor Game (TFG) guna menyamakan persepsi dan memberikan gambaran situasional kepada seluruh personel yang terlibat.

Dalam arahannya, Kapolda Aceh Irjen Pol Dr. Achmad Kartiko mengapresiasi partisipasi seluruh personel dan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari latihan serius dalam menghadapi kemungkinan situasi riil.

“Simulasi ini bukan sekadar peragaan, tetapi latihan untuk menghadapi kontijensi yang nyata. Dalam waktu dekat kita akan menghadapi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Hari Kebangkitan Nasional, dan sejumlah agenda kamtibmas lainnya,” ujarnya.

Jenderal bintang dua lulusan Akabri 1991 itu juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap perkembangan informasi yang cepat, baik di tingkat nasional maupun global, karena bisa berdampak langsung ke daerah seperti Aceh.

BACA JUGA:  Diduga Bunuh Diri, Warga Banda Raya Ditemukan Tergantung di Kamar

“Sebagai anggota Polri, tugas kita adalah mengamankan jalannya unjuk rasa, melindungi masyarakat, pengunjuk rasa itu sendiri, serta objek vital yang menjadi sasaran aksi. Kita harus menjaga situasi tetap kondusif dan berpedoman pada aturan, baik Undang-Undang maupun Peraturan Polri terkait tahapan pengamanan, dari Dalmas awal hingga penanganan anarkis. Ingat, ini bukan main-main. Lebih baik kita latihan berdarah-darah daripada salah saat menghadapi kejadian sebenarnya,” tegasnya.

Menutup arahannya, Kapolda berharap simulasi ini dapat menjadi acuan bagi seluruh jajaran Polri dalam meningkatkan profesionalisme pengamanan aksi unjuk rasa.

“Tingkatkan soliditas internal dan sinergi dengan instansi lain agar proses pengamanan dapat berjalan aman dan lancar. Polri sebagai alat negara harus benar-benar hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” pungkasnya.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *