BREBES — Kepolisian Resor (Polres) Brebes melalui Satuan Pembinaan Masyarakat (Sat Binmas) memperkuat pembinaan kepada kalangan pelajar, tidak hanya dalam bidang keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), tetapi juga literasi digital dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Police Go To School sekaligus Sosialisasi Training of Trainer (TOT) Program Paham AI yang dilaksanakan di SMAN 1 Jatibarang, Kabupaten Brebes, Selasa (1/9/2026). Kegiatan diikuti jajaran Sat Binmas Polres Brebes bersama kepala sekolah, tenaga pendidik, serta para siswa-siswi.
Dalam kegiatan tersebut, personel Polri memberikan penyuluhan mengenai kedisiplinan, kepatuhan terhadap tata tertib sekolah, serta kesadaran hukum dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.
Para pelajar juga dibekali pemahaman mengenai potensi gangguan yang dapat memengaruhi kehidupan mereka, antara lain kenakalan remaja, perundungan (bullying), kekerasan, tawuran, dan perilaku negatif lainnya.
Tak kalah penting, Sat Binmas mengingatkan para siswa agar bijak bermedia sosial. Edukasi mencakup bahaya penyebaran berita bohong atau hoaks, ujaran kebencian, provokasi, penipuan digital, hingga penyebaran konten negatif.
Pada kesempatan yang sama, Sat Binmas menyosialisasikan Program Paham AI sebagai upaya meningkatkan pemahaman pelajar terhadap perkembangan teknologi Artificial Intelligence. Materi tidak hanya mengenalkan manfaat AI, tetapi juga menekankan pentingnya penggunaan secara bijak, aman, etis, dan bertanggung jawab. Para siswa didorong memanfaatkan AI sebagai sarana pendukung pembelajaran, kreativitas, dan pengembangan keterampilan.
Kapolres Brebes melalui Kasat Binmas AKP Rachmat Wibowo Budi Pratama, S.Tr.K., S.I.K., yang juga menjadi penanggung jawab sekaligus instruktur, menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan kemampuan dan etika penggunanya.
“Artificial Intelligence memiliki banyak manfaat, khususnya mendukung proses belajar dan kreativitas pelajar. Namun, teknologi ini harus digunakan secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Jangan sampai AI justru dimanfaatkan untuk merugikan orang lain, melakukan penipuan, perundungan, menyebarkan informasi palsu, maupun membuat konten negatif,” ujar AKP Rachmat.
Ia juga mengingatkan agar tidak langsung mempercayai setiap informasi maupun hasil yang diperoleh dari teknologi AI.
“Kami mengajak para siswa menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan kritis. Setiap informasi yang diperoleh melalui media digital maupun AI harus diverifikasi terlebih dahulu. Jangan menerima atau menyebarkan informasi secara mentah tanpa memastikan kebenarannya,” lanjutnya.
Kasat Binmas menambahkan bahwa pembinaan kepada pelajar tidak bisa dilakukan sekali saja. Diperlukan sinergitas dan komunikasi berkelanjutan antara Polri, sekolah, orang tua, dan para siswa.
“Dengan kolaborasi tersebut, kita berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif, sekaligus membentuk generasi muda yang cerdas, disiplin, berkarakter, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi,” pungkasnya.
Kegiatan juga diisi sesi tanya jawab yang menjadi sarana pelajar menyampaikan pertanyaan maupun persoalan yang mereka hadapi, baik terkait Kamtibmas maupun pemanfaatan teknologi AI.
Program ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah maupun para siswa. Polres Brebes berharap kedekatan dan komunikasi antara Polri dengan kalangan pelajar semakin kuat, sekaligus meningkatkan kesadaran hukum, pemahaman Kamtibmas, dan literasi digital sebagai bekal menghadapi perkembangan teknologi di masa mendatang.








