Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Aceh, Polri  

Polres Aceh Tenggara Evakuasi Jenazah Diduga Korban Banjir Bandang di Sungai Alas

WhatsApp Image 2025 12 03 at 16.38.08
Personel Polres Aceh Tenggara mengevakuasi jenazah tanpa identitas yang ditemukan di aliran Sungai Alas, Desa Aunan Sepakat, Kecamatan Ketambe. (Foto: Humas Polda Aceh).

KUTACANE — Personel Polres Aceh Tenggara berhasil mengevakuasi sesosok jenazah laki-laki tanpa identitas yang ditemukan di aliran Sungai Alas, Desa Aunan Sepakat, Kecamatan Ketambe, Selasa (2/12/2025). Temuan tersebut menambah daftar korban bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Aceh Tenggara dalam beberapa hari terakhir.

Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, menjelaskan bahwa penemuan jenazah berawal ketika dua warga pasangan suami-istri sedang menangkap ikan menggunakan durung, alat tangkap tradisional masyarakat setempat. Saat alat mereka diangkat, keduanya terkejut mendapati bagian kaki manusia tersangkut di dalam durung. Kondisi tubuh korban sudah rusak akibat terbawa arus deras dan mulai mengeluarkan bau tidak sedap.

“Setelah menemukan jenazah, saksi segera menuju Posko Bencana Polres Aceh Tenggara di Desa Aunan untuk melaporkan kejadian tersebut. Petugas yang bertugas langsung merespons cepat dan melakukan tindakan lanjutan,” ujar Yulhendri dalam rilis resmi, Rabu (3/12/2025).

Personel Polres Aceh Tenggara kemudian menuju lokasi dan melakukan evakuasi dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi korban yang sudah tidak utuh. Sekitar pukul 15.30 WIB, jenazah berhasil dievakuasi ke tepi sungai dan dibawa ke Posko sebelum akhirnya dipindahkan ke RSUD H. Sahudin Kutacane untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres menambahkan, jenazah tersebut diduga kuat merupakan korban yang terseret arus banjir bandang. Tidak menutup kemungkinan korban berasal dari makam yang hanyut atau warga yang hilang namun belum terdata. Namun, dugaan tersebut masih membutuhkan proses identifikasi lebih lanjut.

“Mengingat identitas korban belum diketahui, kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera menghubungi pihak kepolisian atau RSUD H. Sahudin,” kata Yulhendri.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bahaya di sekitar aliran sungai pascabanjir, serta segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda mencurigakan atau informasi terkait orang hilang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *