Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Polres Tegal Kota Pastikan Nyepi dan Idul Fitri Berjalan Aman dan Kondusif

IMG 20260319 WA0016
Jajaran Polres Tegal Kota melakukan silaturahmi keagamaan dengan umat Hindu sebagai bagian dari Operasi Ketupat Candi 2026.(Foto Istimewa)

Kota Tegal – Dalam rangka menjaga kondusivitas menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan malam takbiran Idul Fitri 1447 H yang bertepatan, Polres Tegal Kota melakukan silaturahmi keagamaan dengan umat Hindu sebagai bagian dari Operasi Ketupat Candi 2026.

Kegiatan silaturahmi dilakukan pada Selasa (17/3) dengan mengunjungi umat Hindu di Pura Segara Suci, Panggung Kota Tegal. Langkah ini diambil guna memastikan situasi tetap aman di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Lebaran.

Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya menyampaikan bahwa pihaknya mengedepankan pendekatan humanis serta koordinasi lintas agama dalam menjaga keamanan selama operasi berlangsung.

BACA JUGA:  Pemkab Lampung Utara Gelar Rakor Bahas Ketersediaannya Bahan Pokok Jelang Ramadhan dan Idul Fitri

“Kami ingin memastikan perayaan Nyepi dan malam takbiran dapat berjalan aman tanpa potensi gangguan. Koordinasi dengan tokoh agama terus kami lakukan agar situasi tetap kondusif,” ujarnya pada Rabu (18/3/2026).

Ia menambahkan, pengamanan tidak hanya difokuskan pada arus mudik, melainkan juga mencakup seluruh kegiatan masyarakat – termasuk perayaan keagamaan yang berlangsung hampir bersamaan.

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia, I Gusti Nyoman Mardawa, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Polres Tegal Kota.

“Kami berterima kasih atas dukungan pengamanan yang diberikan sehingga umat Hindu dapat melaksanakan ibadah dengan khidmat. Kami juga mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2026 agar berjalan aman dan lancar,” katanya.

BACA JUGA:  Harap Percepatan Pembangunan, Ini Tuntutan Aktivis Barsela Kepada Pemerintah Aceh

Polres Tegal Kota berharap, sinergi antara aparat kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat dapat menjaga toleransi serta kerukunan, sehingga kedua perayaan penting tersebut di Kota Tegal berlangsung aman, tertib, dan damai.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *