Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Pers Lokal Terancam, PSI Aceh Kritik Pemangkasan Anggaran Publikasi Pemerintah

WhatsApp Image 2025 08 24 at 18.48.48
Ketua PSI Aceh, Said Saiful. (Foto: hariandaerah.com/H).

BANDA ACEH – Pers Siber Indonesia (PSI) Provinsi Aceh menyoroti kondisi kritis yang dialami pers lokal akibat pemangkasan anggaran iklan dan publikasi pemerintah daerah. Banyak media yang sebelumnya mampu menggaji wartawan dan staf, kini terpaksa dikelola hanya oleh keluarga inti karena keterbatasan biaya operasional.

Ketua PSI Aceh, Said Saiful, dalam rilis pers pada Minggu (24/8/2025), mengungkapkan semakin beratnya tantangan media di daerah.

“Pers lokal kini kelabakan. Banyak wartawan terpaksa berhenti karena gaji tidak menentu,” ungkapnya.

Menurut Said, kebijakan pemangkasan anggaran tersebut berdampak langsung pada kualitas informasi yang diterima masyarakat.

BACA JUGA:  Ucapkan Selamat Kepala Desa Terpilih, Ketua DPC PBB Simeulue Tekankan Netralitas dan Kepentingan Rakyat

“Media yang kapasitasnya menipis tidak mampu melakukan liputan mendalam, sementara fungsi pengawasan terhadap kebijakan publik ikut melemah,” jelas bos annews.com itu.

Ia menambahkan, dampak lanjutan juga dirasakan sektor ekonomi yang bergantung pada media untuk publikasi. UMKM dan perhotelan kesulitan menjangkau konsumen, sementara pekerja kecil semakin terhimpit. “Usaha kecil kehilangan ruang promosi, pendapatan menurun, dan masyarakat yang akhirnya menanggung akibatnya,” tegas Said.

Lebih lanjut, Said menekankan bahwa kebijakan efisiensi anggaran jangan sampai mematikan pers. “Media independen adalah pilar demokrasi. Jika pers tercekik, kontrol publik melemah,” ujarnya.

BACA JUGA:  Penyidik Polda Aceh Serahkan Abu Laot beserta Barang Bukti ke Jaksa

PSI Aceh mendorong pemerintah untuk meninjau ulang kebijakan anggaran iklan, agar media lokal tetap bisa bertahan dan jurnalis terlindungi.

“Dukungan terhadap media lokal bukan sekadar soal bisnis, melainkan menyangkut transparansi, akuntabilitas, dan keberlangsungan demokrasi,” pungkas Said Saiful, yang juga pengurus organisasi perusahaan pers ternama.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *