Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Prabowo Jalin Silaturahmi dengan Penyandang Disabilitas Korban Banjir Aceh Tamiang

Picsart 26 05 29 13 59 01 090
Prabowo Subianto Jalin Silaturahmi dengan warga aceh Penyandang Disabilitas Korban Banjir asal Aceh Tamiang.hariandaerah.com/foto. ist

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali menunjukkan perhatian personal kepada masyarakat kecil melalui pertemuannya dengan Teungku Tahar, warga penyandang disabilitas asal Aceh Tamiang yang pernah menjadi korban bencana banjir bandang.

Pertemuan itu bukan sekadar agenda seremonial. Hubungan antara Prabowo dan Teungku Tahar disebut telah terjalin jauh sebelum Prabowo menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Di tengah kesibukannya sebagai kepala negara, Prabowo dinilai tetap menjaga hubungan kemanusiaan yang telah lama terbangun.

Ketua Aliansi Indonesia Provinsi Aceh, Agussalim Anzib, mengatakan perhatian Presiden kepada Teungku Tahar menjadi simbol bahwa negara tidak boleh melupakan masyarakat kecil, terutama kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan korban bencana.

“Pak Prabowo sudah mengenal Teungku Tahar jauh sebelum beliau menjadi Presiden. Ini bukan hubungan yang dibangun karena jabatan atau kepentingan politik sesaat. Beliau tetap mengingat sahabat lamanya meskipun kini memimpin negara,” kata Agussalim Anzib kepada wartawan, Jumat, 29 Mei 2026.

BACA JUGA:  Indonesia Siap Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Afghanistan Pasca Gempa

Menurut Agussalim, saat berada di Aceh Tamiang, Prabowo bahkan secara langsung mengundang Teungku Tahar untuk datang ke Istana Presiden agar dapat kembali bersilaturahmi secara langsung.

“Ini momen sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat besar. Di tengah tanggung jawab negara yang begitu berat, Presiden masih memberi ruang untuk menghormati rakyat kecil. Itu menunjukkan nilai kesetiaan dan kepedulian yang jarang ditemukan,” ujarnya.

Teungku Tahar diketahui merupakan penyandang disabilitas yang terdampak banjir bandang di Aceh Tamiang beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut membuat kehidupannya mengalami keterbatasan, baik secara ekonomi maupun sosial.

Agussalim menilai perhatian Presiden terhadap Teungku Tahar juga sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Regulasi tersebut menegaskan bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama sebagai warga negara dan harus diperlakukan dengan pendekatan berbasis hak asasi manusia, bukan semata-mata belas kasihan.

“Undang-undang sudah jelas menempatkan penyandang disabilitas sebagai subjek yang memiliki hak dan martabat yang harus dihormati. Apa yang dilakukan Presiden Prabowo menjadi contoh bahwa penghormatan terhadap penyandang disabilitas harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” kata Agussalim.

BACA JUGA:  Claus Oscar Ronald Wamafma Resmi Dilantik Sebagai Direktur PT Freeport, Ini Harapan FRB

Ia berharap perhatian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi kepala daerah maupun seluruh pemangku kebijakan di Aceh agar lebih peduli terhadap kelompok rentan, terutama korban bencana dan penyandang disabilitas.

“Rakyat kecil ingin dihargai sebagai manusia. Kadang bukan hanya bantuan materi yang dibutuhkan, tetapi perhatian dan penghormatan. Itu yang ditunjukkan Presiden kepada Teungku Tahar,” ujar Agussalim.

Silaturahmi tersebut pun menjadi gambaran bahwa hubungan antara pemimpin dan rakyat tidak selalu harus dibangun melalui protokoler resmi, melainkan juga lewat kedekatan kemanusiaan yang tulus dan konsisten dijaga.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *