Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Produktivitas Melonjak, BBI Malahayu Diproyeksikan Dukung Ketahanan Pangan dan Program MBG

WhatsApp Image 2025 12 29 at 18.12.15
Bupati Brebes Hj Paramitha Widya Kusuma SE MM di dampingi Kepala Dinas Perikanan Drs Eko Supriyanto MSi saat launching panen benih Nila di BBI Malahayu (Foto: Istimewa).

BREBES – Produktivitas Balai Benih Ikan (BBI) Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pada tahun 2024, produksi benih ikan tercatat sebanyak 244.887 ekor. Sementara pada tahun 2025, hingga November, produksi melonjak tajam hingga mencapai 561.945 ekor. Dengan capaian tersebut, BBI Malahayu diproyeksikan mampu mendukung ketahanan pangan daerah serta memenuhi kebutuhan ikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, SE, MM, menegaskan bahwa optimalisasi BBI Malahayu merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Brebes dalam memperkuat sektor perikanan sebagai salah satu pilar ketahanan pangan dan pengentasan kemiskinan.

“Kami akan terus melakukan optimalisasi BBI. Ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Brebes dalam memperkuat sektor perikanan sebagai pilar ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis,” ujar Bupati Paramitha saat launching panen benih nila di BBI Malahayu, Senin (29/12/2025).

Ia menyampaikan bahwa peningkatan produksi benih ikan tersebut berdampak langsung terhadap kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada tahun 2024, target PAD sebesar Rp30 juta berhasil terlampaui. Sementara pada tahun 2025, target dinaikkan menjadi Rp75 juta, dengan realisasi hingga November telah mencapai Rp49,83 juta.

“Saya mengapresiasi kerja keras petugas teknis serta sinergi masyarakat. PAD yang dihasilkan akan kembali kepada rakyat dalam bentuk pembiayaan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik demi mewujudkan Brebes yang maju, mandiri, dan sejahtera,” tambahnya.

BACA JUGA:  Polri Akan Gelar Pasukan Operasi Ketupat, Ini Harapan Kapolri

Meski produktivitas meningkat, Bupati Paramitha mengakui bahwa kebutuhan benih ikan di Kabupaten Brebes masih cukup besar. Oleh karena itu, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah langkah strategis ke depan, di antaranya rehabilitasi kolam produksi, perbaikan sarana dan prasarana pendukung, serta peningkatan kapasitas produksi secara berkelanjutan.

“Hari ini kita memanen benih nila hitam Nirwana ukuran 1 hingga 2 sentimeter. Saya mengajak semua pihak untuk terus bersinergi membangun ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor perikanan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Brebes, Drs. Eko Supriyanto, M.Si., menyebutkan bahwa BBI Malahayu merupakan aset strategis daerah yang harus dioptimalkan kembali pengelolaannya, agar para pembudidaya ikan di Brebes tidak lagi bergantung pada pasokan benih dari luar daerah.

“Kita memiliki Balai Benih Ikan Malahayu sebagai aset Pemkab yang harus kita perkuat dan tingkatkan pengelolaannya secara optimal. Tujuannya jelas, untuk memenuhi kebutuhan benih para pembudidaya ikan di wilayah Brebes,” ujar Eko.

Ia menambahkan, optimalisasi BBI Malahayu juga diselaraskan dengan program nasional, khususnya ketahanan pangan dan pemenuhan gizi bagi anak sekolah melalui Program Makan Bergizi Gratis.

“Pada tahun 2026, kami menargetkan balai ini tumbuh secara maksimal. Tidak hanya menyediakan ikan segar, tetapi juga mengembangkan usaha perikanan dan ikan olahan guna mencukupi kebutuhan protein masyarakat Brebes,” jelasnya.

BACA JUGA:  Bupati Asahan Lantik Jabatan Administrator dan Pengawas Serta Fungsional

Saat ini, BBI Malahayu masih fokus pada pembenihan ikan nila. Namun, Dinas Perikanan telah menyusun peta jalan pengembangan dengan menambah varietas komoditas pada tahun 2026.

“Ke depan, kami akan mengembangkan kembali pembenihan ikan lele, patin, serta komoditas unggulan lainnya yang sebelumnya pernah berjaya di BBI Malahayu,” tambah Eko.

BBI Malahayu memiliki luas lahan sekitar 3,8 hektare dengan 14 kolam besar, baik kolam permanen, non-permanen, maupun kolam tanah. Namun demikian, pemanfaatan lahan tersebut saat ini belum optimal sepenuhnya akibat keterbatasan stok induk serta kondisi beberapa kolam yang memerlukan perbaikan fisik.

Eko Supriyanto pun mengajak para pembudidaya ikan di Kabupaten Brebes untuk memanfaatkan fasilitas daerah. Ia memastikan kualitas benih yang dihasilkan BBI Malahayu telah memenuhi standar dan bersertifikat.

“Kami berharap kegiatan launching ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa Brebes memiliki balai benih ikan yang berkualitas. Tidak perlu membeli benih ke luar daerah, karena potensi dan kualitasnya sudah kita miliki,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Kabupaten Brebes, Asisten Sekda, sejumlah kepala OPD, camat, kepala desa, serta tamu undangan lainnya.

Penulis

Editor: Herlin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *