Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Satu Tahun Kepemimpinan Mitha-Wurja: Membangun Infrastruktur, Meningkatkan Kualitas SDM

IMG 20260903 WA0002
Infografis evaluasi satu tahun kepemimpinan Bupati Paramitha Widya Kusuma dan Wakil Bupati Wurja, mencakup capaian infrastruktur, pertanian, kesehatan, pendidikan, serta indikator pembangunan Kabupaten Brebes.(Dokumen hariandaerah.com)

BREBES — Lebih dari satu tahun berlalu sejak Bupati Brebes Hj. Paramitha Widya Kusuma dan Wakil Bupati Wurja dilantik pada 20 Februari 2025. Masyarakat kini tidak lagi sekadar menanti janji, melainkan menilai sejauh mana kebijakan yang dijalankan menghasilkan perubahan nyata di lapangan.

Hal itu dikemukakan oleh Azra Fadila Prabowo, S.I.P., Pengamat Politik dan Kebijakan Publik dari Pusat Studi Politik dan Kebijakan Publik, dalam wawancara bersama awak media, Kamis (3/9/2026).

Menurut Azra, dari sisi kebijakan publik, sejumlah kemajuan sudah terlihat.

“Secara fisik, pemerintah telah melaporkan perbaikan 287 ruas jalan sepanjang 117,77 kilometer serta 65 jembatan. Dilengkapi juga dengan penanganan drainase, saluran pembuang, tanggul, hingga pembangunan sambungan air bersih. Ini langkah yang nyata,” ujar Azra.

Di sektor pertanian, pemeliharaan 2.541 hektare jaringan irigasi dinilai strategis mengingat pertanian menjadi tumpuan ekonomi masyarakat Brebes.

Sementara di bidang kesehatan, program Nakes Door to Door disebut telah menjangkau lebih dari 204 ribu warga. Pemantauan terhadap 113.759 balita juga masuk dalam agenda pencegahan stunting.

BACA JUGA:  Belajar dari Hal Kecil untuk Hasil Besar dalam Mendidik Anak

“Prevalensi stunting Brebes menunjukkan tren turun hingga 12,61 persen pada 2024. Namun perlu diingat, angka ini merupakan hasil akumulasi kebijakan lintas pemerintahan, sehingga tidak tepat jika sepenuhnya diklaim sebagai hasil pemerintahan saat ini,” tegasnya.

Pada sektor pendidikan, Azra mencatat perbaikan fasilitas di 239 sekolah, beasiswa bagi 480 mahasiswa melalui program Satu Keluarga Satu Sarjana, serta upaya mengembalikan 628 anak ke sekolah lewat program Gas Rolas.

“Ini investasi penting. Karena persoalan Brebes bukan hanya soal jalan dan jembatan, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya,” tambahnya.

Meski ada kemajuan, Azra menekankan bahwa evaluasi objektif tetap harus dilakukan.

“Data BPS menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Brebes tahun 2024 mencapai 70,18, naik dari 69,71 di tahun sebelumnya. Tapi rata-rata lama sekolah masih sekitar 6,41 tahun. Artinya, tantangan di bidang pendidikan masih sangat besar,” paparnya.

Di sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Agustus 2025 masih berada di angka 8,07 persen, meskipun turun 0,28 poin dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA:  Prestasi Membumi hingga Jakarta: SMP Negeri 1 Bantarkawung Torehkan Sejarah Keemasan di 2025/2026

Azra mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan pemerintahan tidak boleh hanya berhenti pada pembangunan fisik.

“Kalimat ‘Brebes Beres’ sebaiknya tidak sekadar menjadi slogan politik. Keberhasilan harus diukur dari tiga hal: kualitas pelayanan publik yang makin baik, peningkatan kesejahteraan yang merata, dan berkurangnya kesenjangan antarwilayah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa infrastruktur yang dibangun harus mampu mendorong produktivitas masyarakat, pendidikan harus membuka akses mobilitas sosial yang lebih luas, dan pertumbuhan ekonomi harus benar-benar menciptakan lapangan kerja.

“Pemerintahan yang baik bukan hanya yang mampu membangun dan meraih penghargaan. Melainkan pemerintahan yang membuat masyarakat benar-benar merasakan perubahan — secara nyata, adil, dan berkelanjutan,” pungkas Azra.

#BrebesBeres #EvaluasiPemkabBrebes #MithaWurja #AzraFadilaPrabowo #PembangunanBrebes #IPMBrebes #KesejahteraanMasyarakat

 

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *