Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Sekda Lhokseumawe Pimpin Upacara Hardiknas 2025, Tegaskan Pendidikan Bersih dan Bebas Pungli

WhatsApp Image 2025 05 02 at 19.51.07
Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, T. Adnan, SE, memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 pada Jumat (2/5/2025). (Foto: Ist).

LHOKSEUMAWE – Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, T. Adnan, SE, memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 pada Jumat (2/5/2025), mewakili Wali Kota Dr. Sayuti Abubakar, SH, MH. Upacara berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Lhokseumawe dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pejabat daerah, tenaga pendidik, serta para siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Dalam amanatnya, Sekda menyampaikan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang menegaskan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Hari Pendidikan Nasional adalah panggilan untuk menjaga hak setiap warga negara atas pendidikan tanpa diskriminasi,” ujar Sekda saat membacakan sambutan Menteri.

Menteri Abdul Mu’ti menekankan bahwa pendidikan adalah hak asasi manusia yang harus diberikan tanpa membedakan agama, fisik, suku, bahasa, ekonomi, jenis kelamin, atau domisili. Pendidikan juga disebut sebagai instrumen penting dalam membentuk karakter individu dan memperkuat martabat bangsa.

BACA JUGA:  Tujuh Mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah Bersinar di Ajang Duta Wisata Aceh Utara 2025

Usai membacakan sambutan Menteri, Sekda T. Adnan menambahkan beberapa penekanan penting dari Pemerintah Kota Lhokseumawe. Ia menegaskan komitmen terhadap pendidikan yang bersih, gratis, dan berkarakter.

Sekda mengajak seluruh elemen sekolah, mulai dari kepala sekolah hingga siswa, untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah sebagai bagian dari pembentukan karakter. Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan akhlak mulia dalam seluruh proses belajar-mengajar.

“Pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tapi juga pembentukan budi pekerti. Sekolah harus menjadi tempat tumbuhnya karakter luhur,” ujarnya.

Secara khusus, Sekda menyoroti kondisi kebersihan toilet sekolah. Ia menegaskan bahwa toilet bersih adalah hak dasar siswa dan mencerminkan tata kelola sekolah yang baik. Pemerintah akan melakukan inspeksi rutin untuk memastikan hal ini.

“Jangan sampai anak-anak enggan ke toilet karena kotor atau tidak layak. Ini bagian dari kenyamanan belajar,” tegasnya.

Terkait pembiayaan pendidikan, Sekda menegaskan bahwa pendidikan di Aceh, termasuk di Kota Lhokseumawe, sepenuhnya gratis. Ia melarang keras segala bentuk pungutan liar dan iuran tidak resmi di sekolah.

BACA JUGA:  Resmi, Rektor IAIN Lhokseumawe Terima Perpres Alih Status ke UIN dari Menteri Agama

“Jika ada kebutuhan tambahan, harus dilakukan melalui mekanisme resmi dan transparan. Tidak boleh membebani siswa dan orang tua,” tegasnya.

Guru dan tenaga pendidik juga diminta aktif membina siswa agar sadar akan pentingnya kebersihan pribadi dan lingkungan, sebagai bagian dari pendidikan karakter.

Upacara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, seperti Danrem 011/Lilawangsa, Danlanal, Kapolres, Kajari, Dandim 0103/Aceh Utara, Ketua DPRK, Ketua MPU, Ketua Mahkamah Syar’iyah, hingga perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe. Hadir pula para asisten, staf ahli Wali Kota, kepala OPD, camat, kepala sekolah, guru, siswa, serta tenaga pendidik dari seluruh satuan pendidikan di Kota Lhokseumawe.

Penulis

Editor: Herlin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *