Jakarta – Ketua PP AMPG sekaligus Wakil Ketua Umum DPP AMPI, Steven Izaac Risakotta, menyambut positif langkah Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, yang mengkonsolidasikan sekitar 1.300 merek lokal untuk menggantikan peredaran pakaian impor bekas ilegal (thrifting).
Menurut Steven, kebijakan ini menunjukkan keberpihakan nyata pemerintah terhadap pelaku UMKM sekaligus memberi jalan keluar bagi pedagang thrift agar tetap bisa berjualan produk yang legal dan berdaya saing.
“Dengan brand lokal sebanyak itu yang siap masuk ke pasar thrift, kita membuka peluang besar agar para pedagang pakaian bekas ilegal beralih ke produk buatan dalam negeri.
Ini bukan hanya soal penertiban, tetapi soal menciptakan ekosistem yang adil dan berkelanjutan untuk UMKM,” ujar Steven di Jakarta, Senin (17/11/2025).
Steven menegaskan perlunya kolaborasi erat antara Kementerian UMKM dan Kementerian Perdagangan agar proses substitusi berjalan cepat, efektif dan tidak merugikan pedagang kecil.
Ia meyakini strategi ini dapat memperkuat kemandirian industri tekstil lokal sekaligus meningkatkan kualitas merek UMKM agar mampu bersaing lebih luas.
“Konsolidasi 1.300 merek lokal ini bisa menjadi titik balik. Selama ini banyak produk lokal kalah bersaing karena serbuan barang murah impor. Sekarang saatnya brand-brand lokal bangkit, diakui, dan dipilih oleh masyarakat,” tutup Steven.









