SIMEULUE – Tim pemenangan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Malasin Nomor Urut 1 menggelar doa syukuran yang dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan meriah pada Minggu (28/12/2025), mulai pukul 08.15 WIB hingga selesai, bertempat di halaman rumah Penjabat (Pj) Kepala Desa Malasin.
Acara tersebut dihadiri unsur Muspika, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat Desa Malasin. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk ungkapan rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan pelaksanaan Pilkades beberapa waktu lalu, sehingga berlangsung aman, tertib, dan damai tanpa gejolak.
Desa Malasin merupakan salah satu dari 88 desa yang turut ambil bagian dalam pesta demokrasi tingkat desa tersebut. Dengan berakhirnya tahapan Pilkades, perbedaan pandangan antara tim pendukung nomor urut 1 dan 2 diharapkan juga berakhir. Seluruh elemen masyarakat kini diharapkan kembali bersatu untuk mendukung program pemerintah desa demi pertumbuhan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Calon Kepala Desa terpilih, Liswandi, dalam sambutannya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meninggalkan perbedaan politik pasca-Pilkades.
“Mulai hari ini tidak ada lagi nomor satu dan nomor dua. Saya mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat desa, serta seluruh warga untuk bersatu, saling mengingatkan, dan saling mendukung demi kemajuan dan pertumbuhan ekonomi Desa Malasin ke depan,” ujarnya.
Liswandi menegaskan bahwa tanpa dukungan masyarakat, ia tidak akan mampu menjalankan roda pemerintahan desa secara maksimal.
“Saya tidak bisa bekerja sendiri. Mari kita bergandengan tangan, lupakan pro dan kontra, sudahi perbedaan politik, lanjutkan pembangunan yang sudah ada, dan benahi hal-hal yang belum tersentuh pada masa sebelumnya. Saya yakin, dengan kebersamaan, Desa Malasin akan menjadi lebih baik,” harapnya.
Pada kesempatan tersebut, Pj Kepala Desa Malasin, Ajis, turut memeriahkan acara doa syukuran dengan memberikan santunan kepada puluhan anak yatim piatu dalam bentuk bantuan sosial.
Dalam arahannya, Ajis menyampaikan bahwa kegiatan doa syukuran ini merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat yang telah diberikan.
“Santunan kepada anak yatim piatu ini bukan karena kelebihan harta, melainkan panggilan jiwa dan ketulusan hati untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan,” tutupnya.








