Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Seorang Santri Asal Simeulue Dianiaya Hingga Babak Belur, Ini Sebabnya

santri asal simeulue dipukul
Sreenchoot video santri Pesantren Bustanul Ulum asal Simeulue dipukul temannya beredar di medsos

SIMEULUE –  Sebuah reel video beredar di sosmed memperlihatkan seorang santri pesantren Bustanul Ulum Montasik Aceh Besar asal Simeulue, babak belur dipukul oleh temannya, Selasa (31/8/2022).

Mata santri yang diketahui belakangan bernama M itu terlihat lembam dan merah, di belakngnya juga telihat lembam bahkan  mengeluarkan darah warna hitam ketika batuk dan dari hidung.

Pengakuan santri dalam video berdurasi 1 menit 30 detik tersebut yang diwawancarai seorang Ibu, ia dipukul temannya sendiri bernama AZ yang tak lain adalah abang letingnya.

“Sakit bu, ditendang kawan bu, di belakang sekali di muka dua kali,” ungkap santri itu kepada Ibu yang mewawancarainya.

Santri itu takut menghubungi orang tuanya di Simeulue karena diitervensi yang memukulinya. “Takut bu, enggak dikasih sama abang yang menendang tu,” sebut Santri yang bernama M itu.

Pewawancara memeriksa langsung kondisi mata kanan si anak yang terlihat membiru di bagian bawah kelopak. Ketika kelopak mata ditarik, terlihat bola mata memerah seperti endapan darah beku.

BACA JUGA:  Luluskan Ratusan Tenaga Profesional Setiap Tahun, BLK Simeulue Kini Butuh Perhatian Serius

Dikutip dari theacehpost.com, Santri yang diwawancarai tersebut bernama Arham Umar asal Simeulue. Dia menyebut dari Pesantren Bustanul Ulum, Montasik.

Sampai dengan berita ini ditayangkan, mengenai kebenaran pesantren yang disebut santri itu belum berhasil dihubungi hariandaera.com, namun sebuah WA beredar di group whatsapp “DEVAYAN RAYA” yang dibagikan oleh nomor 08526008**** terkait kronologis dan respon dari pihak pesantren yang dihubungi oleh A. Halim.

“Ini resppon pihak Pesantren terhadap video yg sedang viral: Assalamualiakum ww. Segala musibah sdh ditakdirkan oleh Allah SWT cuma caranya beda-beda. Saya (penulis WA ini) sdh konfirmasi ke Pimpinan Pesantren di Montasik, info yang saya dapatkan,” tulisnya dalam WA itu.

Kronologis kejadian berawal dari pihak piket pesantren malam sudah mengintruksikan kepada semua santri jam 23.00 Wib harus tidur semua, ternyata santri M (korban-red) belum tidur dan pergi kekamar lain dengan membawa ular plastik mainan.

BACA JUGA:  Pelaku Pembunuh Pasutri di Pugung Pernah Habisi Dua Korban Lain di Tanggamus

Ular mainan tersebut dilemparkan ke santri di santri lain, dan terjadilah lempar-melempar dan akhirnya mengenai santri AZ. yang akhirnya AZ pun memukuli M hingga lembam seperti terlihat dalam video.

“Santri yang memukul itu bertanggung jawab atas kejadian tersebut dan dia suruh kepada santri M untuk melapor kepada ustad dan dia akan bertanggung jawab. Kemudian santri di bawa ke Puskesmas setempat dan dirujuk ke Rumah Sakit Satelit di Indrapuri. Pada saat yang sama pihak pesantren sedang merancang acara perdamaian dan mengobati santri M serta akan memanggil kedua orang tua santri tersebut,” tulis WA itu.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *