Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

Tim PKM Unsam Beri Pendampingan dan Bimbingan Guru PAUD di Pedalaman Aceh Timur

IMG 20240809 184029
Tim PKM Prodi Hukum Fakultas Hukum Universitas Samudra saat foto bersama para guru dan murid PAUD di Kecamatan Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur. (Foto:hariandaerah.com/Sukma)

KOTA LANGSA – Dosen dari Prodi Hukum Fakultas Hukum Unsam melalui program pengabdian kepada masyarakat (PKM) memberikan pengabdian dan bimbingan kepada guru PAUD dipedalaman Aceh Timur, Jum’at (09/08/2024).

Pengabdian yang dilaksanakan pada awal Agustus 2024 di PAUD Mutiara Jernih dan Harapan Ni-Ate selaku Lembaga Pendidikan Non Formal di Kecamatan Simpang Jernih Kabupaten Aceh Timur ini dilakukan oleh Ketua Tim PKM Rini Fitriani S.H M.H didampingi dua anggotanya Dr. Liza Agnesta Krisna S.H M.H dan Dr. Zulfiani S.H M.H.

Ketua tim PKM, Rini Fitriani S.H M.H menyampaikan, dalam kegiatan itu kita sampaikan materi dan berdiskusi mengenai teknis guru dalam memberikan pelajaran akademis untuk terpenuhi hak pendidikan anak yang bermutu dan berkualitas

“kita juga memberi pendampingan dan bimbingan pembelajaran untuk anak usia dini selain sesuai Struktur Kurikulum Merdeka PAUD yang terdiri atas kegiatan pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila,” sebutnya.

IMG 20240809 184208
Tim PKM Prodi Hukum Fakultas Hukum Universitas Samudra saat menyaksikan guru mengajar murid PAUD di salah satu ruang kelas PAUD di Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, Agustus 2024.

“Intisari pembelajaran intrakurikuler di PAUD adalah bermain, bermakna sebagai perwujudan merdeka belajar, merdeka bermain,” tambahnya.

Rini Fitriani menjelaskan, tim PKM memberikan pendampingan dan pembimbingan terhadap guru dengan membuat buku pedoman pembelajaran akademis, yaitu cara mudah membaca yang nantinya dipraktikkan kepada peserta didik.

BACA JUGA:  Tim PKM Unsam Kenalkan Aplikasi Terjemahan Bahasa Aceh Berbasis AI di SMPN Sungai Raya

“Implementasi pembelajaran adalah guru. Untuk itu harus dipersiapkan guru yang mampu memahami karakteristik anak, capaian perkembangan anak sesuai usia dan kebutuhan tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya,” ujarnya.

“sehingga guru akan paham bagaimana proses pembelajaran yang akan dilakukan terhadap kebutuhan anak didiknya,” tegasnya.

Ia melanjutkan, dihadapan peserta Dr. Liza Agnesta Krisna turut mengatakan bahwa guru yang berkualitas akan menghasilkan anak yang memiliki kemampuan kognitif, motorik, sosial dan emosional yang berkualitas.

“dalam proses pembelajaran, guru harus didukung peningkatan kompetensi sehingga menjadi guru yang memenuhi kualifikasi, profesional dan bermutu,” kata Rini menirukan paparan Dr. Liza Agnesta.

Sedangkan Dr. Zulfiani S.H M.H ikut memberikan semangat kepada guru-guru PAUD untuk tetap semangat mengembangkan sekolahnya, baik dalam sarana dan prasarana serta proses pembelajaran terhadap peserta didik walaupun masih banyak kekurangan dan keterbatasan.

“akan tetapi peserta didik Paud Mutiara Jernih dan Harapan Ni-Ate sudah mengenal huruf alfabet, sehingga mudah menstimulasi peserta didik belajar membaca dengan cara mengajarkan membaca suku kata secara variasi,” tuturnya.

BACA JUGA:  UPA Bimbingan Konseling Universitas Samudra: Solusi Persoalan Mahasiswa, Dosen dan Tendik

Ia mengatakan, anak usia dini memiliki perkembangan yang cepat, oleh karena itu mereka membutuhkan stimulasi dan rangsangan dalam segala aspek.

“untuk memenuhi rangsangan dan stimulasi tersebut, perlu dilakukan pendidikan anak usia dini seperti Paud yang ada di Simpang Jernih. Ini akan mampu memaksimalkan tumbuh kembang anak dan mengantarkan anak kependidikan dasar selanjutnya,” ungkap Rini Fitriani.

Sementara itu, Pengelola PAUD Kecamatan Simpang Jernih, Rustam Efendi Hasibuan menyampaikan, pendidikan PAUD hanya sebatas pada kelompok bermain. Sedangkan di Kecamatan kita, anak-anak yang sekolah di PAUD usianya berkisar antara 5 sampai 6 Tahun dan akan melanjutkan ke pendidikan dasar.

“sehingga guru dalam pembelajaran harus memberi pelajaran akademis untuk mempermudah anak saat belajar di pendidikan dasar. Tentunya dengan cara memberi pelatihan kepada guru-guru PAUD untuk meningkatkan mutu dan kualitas,” tandas Rustam Efendi.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *