LHOKSEUMAWE – Proyek pekerjaan holding dan pemeliharaan rutin jalan nasional sepanjang 99 kilometer yang dikerjakan oleh PT Krueng Meuh dengan nilai kontrak sebesar Rp4.060.000.000, di tengah pelaksanaan proyek ini, kondisi sejumlah ruas jalan nasional di wilayahnya masih memperlihatkan banyak lubang yang dinilai membahayakan keselamatan pengendara.
Proyek tersebut mencakup beberapa ruas jalan yang sangat vital untuk mobilitas dan konektivitas wilayah Aceh, yakni: Kota Bireuen – Batas Kota Lhokseumawe/Aceh Utara, Krueng Mane – Buket Rata, Simpang Krueng Geukueh – Pelabuhan Krueng Geukueh, serta Pelabuhan Lhokseumawe. Jalur-jalur ini merupakan bagian dari jaringan transportasi nasional yang berperan penting dalam distribusi logistik, aktivitas ekonomi, dan pergerakan masyarakat.
Namun ironisnya proyek perbaikan jakan tersebut kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak titik lubang yang belum tertangani dengan baik. Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan risiko kecelakaan yang mengintai, terutama pada malam hari dan saat hujan, ketika lubang sulit terlihat dan kendaraan rawan kehilangan kendali.
Pantauan di beberapa lokasi menunjukkan bahwa penambalan telah dilakukan, namun belum merata. Lubang-lubang dengan kedalaman sedang hingga dalam masih terlihat jelas, terutama di jalur Krueng Mane – Buket Rata dan akses menuju kota Lhokseumawe.
Jika tidak ditangani secara serius, lubang-lubang di ruas jalan nasional ini bukan hanya akan menimbulkan kecelakaan, tetapi juga mencoreng kredibilitas pembangunan infrastruktur yang selama ini menjadi fokus utama pemerintah.
Saat dikonfirmasi, Rijal selaku perwakilan PT Krueng Meuh menyatakan bahwa penambalan dilakukan secara bertahap dan prioritas diberikan kepada lubang yang memiliki kedalaman lebih dari 5 cm.
“Semua lubang dengan kedalaman lebih dari 5 cm kami pastikan ditambal. Proses ini dilakukan bertahap sesuai kondisi di lapangan. Kami upayakan seluruh perbaikan selesai pada akhir bulan Mei ini,” ujar Rijal, Kamis (22/5/2025).
Masih menurut Rijal, Penanganan dengan anggaran yang sangat terbatas mengharuskan adanya skala prioritas terhadap penanganan di lapangan, oleh sebab itu kontraktor pelaksana melalui para pihak yang terlibat sangat mengharapkan dukungan untuk saling mengingatkan bagi para pengguna jalan untuk tetap berhati hati, terutama pada saat kondisi hujan, untuk menghindari terjadinya lakalantas.













