Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

Korem Teuku Umar Kembangkan Food Estate Dengan Penerapan “Integrated Farming System”

IMG 20221021
Pengembangan Food Estate dengan penerapan "Integrated Farming System" diwilayah Makorem 012/TU

Aceh Barat – Integrated Farming System atau sistem pertanian terpadu merupakan sistem pertanian yang mengintegrasikan kegiatan sektor pertanian, tanaman, ternak, ikan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sumber daya (lahan, manusia, dan faktor tumbuh lainnya) yang mendukung produksi pertanian, peningkatan ekonomi dan pelestarian sumberdaya alam, serta kemandirian dan kesejahtraan petani secara berkelanjutan.

Pengembangan produktivitas, kuantitas, kualitas dan efisiensi salah satunya, usaha peternakan ayam potong secara alami dengan sistem kandang semi close. Ayam Pedaging adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat, mulai budidaya ayam hingga proses pengolahan kotoran menjadi pupuk yang bisa dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman dan pakan ikan lele.

“Integrated Farming System adalah terjadinya integrasi antara pertanian, perikanan dan peternakan, artinya dalam satu kawasan atau titik hasil pertanian, perikanan dan peternakannya bagus,” ujar Danrem 012/TU Kolonel Inf Riyanto, S.Ip, kepada awak media, Jum’at (21/10/2022).

BACA JUGA:  Dr. Nurdin: Harus Ada Terobosan Model Baru Dalam Budidaya Nilam Di Aceh Jaya

Tambah Danrem, dinamika dan semangat kuat oleh petani harus direspons lebih kuat lagi oleh pemerintah dan negara. Oleh karena itu, selain sektor pertanian, juga perikanan atau budidaya ayam potong harus menjadi pilihannya.

” yang menjadi kekuatan agar ke depan tidak hanya mono komoditas, atau bertumpu satu produksi misalnya, padi, jagung dan kacang saja, tetapi diharapkan tanaman pekarangan di rumah-rumah bisa memperkuat kebutuhan yang bisa ditunjang sesuai kemampuan wilayahnya masing-masing,” imbuh Ryanto.

BACA JUGA:  Kadis PUPR Kota Banda Aceh Ditangkap, Ini Kasusnya

Seperti ayam potong yang dikembangkan oleh pihaknya, hanya membutuhkan modal yang kecil dan berdampak manfaat yang besar tentunya.

“Tidak perlu modal besar untuk menjalankan semua usaha, asal ada niat insyallah semua akan terpenuhi, ini juga merupakan contoh yang kita berikan kepada warga Aceh Barat dengan modal yang kecil kita juga bisa kembangkan usaha ini,” tutup Danrem 012/TU itu.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *