KOTA LANGSA – Penyakit asam lambung merupakan salah satu penyakit yang banyak di keluhkan oleh masyarakat, baik remaja maupun orang dewasa. Meningkatnya kasus penyakit asam lambung dapat dipicu oleh beberapa hal, mulai dari pola makan yang tidak teratur hingga kurang baiknya pengelolaan stres.
Seperti yang dialami oleh Asma Yunita (20), penyakit asam lambung bisa berkembang kian parah menjadi gerd dan menyebabkan penderitanya mengalami mual dan muntah, pusing, nyeri di bagian perut hingga rasa terbakar di bagian dada.
Asma Yunita mengaku di kesehariannya telah berusaha untuk hidup sehat. Namun di balik upaya sehat yang ia terapkan, ia juga memiliki tantangan terbesar dalam menghadapi penyakit asam lambung yang dideritanya. Asma mengungkapkan bahwa kondisi tersebut bisa kambuh kapan saja, terutama saat ia lengah dalam mengatur pola makan.
“Penyakit saya ini tidak mengenal waktu, bisa kambuh kapan saja. Kalau pengidap asam lambung harus makan tepat waktu dan teratur, kalau tidak pasti langsung kumat lambungnya,” ucapnya di akhir Juli lalu.
Ia menerangkan kalau lagi sakit pasti semua aktivitas terganggu dan untuk beraktivitas sedikit saja rasanya tidak nyaman. Perut perih, dada panas, bahkan kadang sampai sesak. Maka dirinya berusaha sebisa mungkin untuk menjaga pola makan dan tidak stres,
Asma merasa bersyukur karena saat mengalami keluhan kesehatan seperti ketika penyakit lambungnya kambuh, dirinya sudah terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan.
Seperti tahun lalu, Asma mengaku pernah dirawat pada salah satu rumah sakit di Kota Langsa. Selama menjalani perawatan ia tidak perlu mengkhawatirkan biaya sedikit pun karena seluruh layanan mulai dari pemeriksaan dokter, obat, hingga tindakan penunjang ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan.
“Waktu dirawat tahun lalu karena asam lambung kambuh, saya memanfaatkan Program JKN. Dengan kondisi yang cukup lemah saat itu, saya merasakan proses administrasi berlangsung cepat karena status kepesertaan saya aktif,” terangnya lagi.
Meskipun menggunakan JKN, Asma diberikan pelayanan yang baik dan tidak dibeda-bedakan sama sekali oleh petugas medis yang ada.
“Keberadaan JKN sangat terasa di hidup saya karena saat kondisi tubuh lemah dan butuh perawatan, saya nggak harus cemas soal biaya sehingga bisa lebih fokus untuk sembuh. JKN bukan hanya soal fasilitas tapi bentuk kepastian dan rasa aman saat kita paling membutuhkannya,” jelas Asma.
Berbekal pengalaman yang sudah dirasakan ini, Asma tidak lupa mengajak masyarakat untuk selalu memastikan kepesertaan JKN tetap aktif dan tidak ragu untuk memanfaatkan layanan kesehatan di fasilitas kesehatan (faskes) menggunakan Program JKN.
Dengan inovasi teknologi yang dihadirkan oleh BPJS Kesehatan, tentu dapat membantu pesertanya untuk mengakses layanan kesehatan yang mudah, cepat dan efesien.
“Saya sangat bersyukur, karena sudah duluan sadar pentingnya punya jaminan kesehatan. Apalagi sekarang semuanya serba praktis hanya melalui aplikasi Mobile JKN semua dapat di permudah,” kata Asma sembari tersenyum.
Seperti saat ini, Asma sedang menemani ibunya untuk melakukan pemeriksaan di poli penyakit dalam. Ia menggunakan fitur Antrean Online yang terdapat di apliksi tersebut sehingga tidak perlu datang terlalu pagi atau menunggu lama di rumah sakit.
“Dengan Aplikasi Mobile JKN, semua urusan jadi lebih ringan. Tinggal buka aplikasi maka semua informasi dan kebutuhan layanan kesehatan sudah tersedia.,” bebernya dengan bangga.
“Banyak manfaat dan kemudahan yang saya rasakan dan berharap masyarakat semakin menyadari pentingnya memiliki jaminan kesehatan sejak dini. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keaktifan kepesertaan JKN dan memanfaatkan layanan yang tersedia, termasuk berbagai inovasi yang telah dihadirkan oleh BPJS Kesehatan,” tandas Asma diakhir pertemuan.














