Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh

JKN Tak Sekedar Solusi, Tapi Harapan Hidup Bagi Nurma

IMG 20250802 130934
Nurma, warga Alur Dua penderita kanker payudara saat berobat disalah satu rumah sakit atau Faskes di Kota Langsa. (Foto:hariandaerah.com/Sukma)

KOTA LANGSA – Beban biaya berobat menjadi salah satu hal yang menakutkan bagi sebagian masyarakat di kala sakit. Kekhawatiran itu menjadi salah satu penyebab masyarakat enggan untuk berobat ke fasilitas kesehatan atau bahkan memilih pengobatan alternatif yang biayanya jauh lebih murah.

Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan telah mengubah pandangan itu. Program ini hadir sebagai solusi nyata, memberikan perlindungan finansial dan kepastian layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan status sosial maupun ekonomi.

Nurmanisah (46) warga Desa Alue Dua Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa merasa sangat bersyukur dengan kehadiran Program JKN di tengah-tengah masyarakat.

Dalam situasi dan kondisi ekonomi sosial yang tidak menentu, program JKN dapat membantu mengatasi kegelisahan masyarakat dalam pembiayan pengobatan terutama bagi masyarakat yang tengah berjuang melawan penyakit berat seperti yang dirasakan oleh Nurma.

“Saya sudah terdaftar menjadi Peserta JKN sejak lama dan sudah memanfaatkannya untuk pengobatan penyakit saya ini,” tutur Nurma saat dijumpai pada Juli lalu.

Ia pun menceritakan keberuntungan sudah menjadi peserta Program JKN. Dimana tahun 2017 pernah menjalani operasi pada bagian payudara dan saat itu hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kanker di payudara. Dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan segera.

BACA JUGA:  Kemeriahan Pawai Takbir Malam Idul Fitri 1447 Hijriyah di Lepas Wali Kota Langsa

Sejak pemeriksaan awal dan menjalani operasi, Nurma merasa layanan yang diberikan sangat baik sebagai peserta JKN. Ia sama sekali tak merasa perbedaan dalam hal layanan yang diterima, meskipun ia terdaftar sebagai peserta dengan segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Bagi Nurma, seluruh petugas medis maupun nonmedis di fasilitas kesehatan sangat ramah, responsif dan profesional dalam memberikan pelayanan tanpa membeda-bedakan latar belakang peserta.

“Saya merasa dilayani dengan sangat baik dan profesional. Semua petugas ramah dan membantu. Saya merasa tidak dibedakan antara pasien yang bayar sendiri maupun pasien yang menggunakan JKN,” ucap Nurma.

Menurutnya, semua pasien sama di sini dan tidak merasakan diperlakukan beda. Kalau sewaktu-waktu butuh bantuan, para petugas di rumah sakit langsung sigap membantu tanpa perlu menunggu lama. Hal ini membuat dirinya merasa sangat dihargai dan tenang selama menjalani proses pengobatan.

Beberapa tahun setelah menjalani operasi pertama, Nurma kembali merasakan keluhan serupa pada bagian payudara. Setelah berkonsultasi ke fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan mendapat rujukan, kini ia harus kembali menjalani rangkaian pemeriksaan di rumah sakit untuk memastikan kondisi kesehatannya.

“Meski kembali menghadapi proses pengobatan yang tidak mudah, saya merasa tenang karena telah terdaftar sebagai peserta JKN dan merasakan langsung manfaatnya,” bebernya.

BACA JUGA:  Payung Ditengah Hujan: Program JKN Hadir Beri Kepastian dan Ketenangan Saat Anak Sakit

Sekarang Nurma sedang menjalani pemeriksaan lanjutan karena ada rasa nyeri dan benjolan lagi. Ia hanya berharap semoga hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya hal-hal yang serius seperti sebelumnya.

“Saya hanya ingin segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa. Meski ada rasa khawatir, tapi saya berusaha tetap tenang karena tahu ada JKN yang mendampingi saya sejak awal proses pengobatan ini,” harapnya.

Ia pun mengucapkan terima kasihnya kepada pemerintah, BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Program JKN, fasilitas kesehatan, dan masyarakat Indonesia yang sudah mau bergotong royong membayar iuran setiap bulannya sehingga dapat membantu peserta JKN yang sakit.

Tanpa BPJS Kesehatan, mungkin dirinya akan kesulitan membiayai pengobatan. Biaya untuk pengobatan penyakitnya mungkin sangat besar, tetapi dengan BPJS Kesehatan ia hanya perlu fokus pada pemulihan untuk sehat kembali tanpa harus pusing dengan biaya berobat.

“Saya sangat terbantu dengan adanya p
JKN dan program ini adalah penyelamat bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan akses layanan kesehatan,” ungkap Nurma.

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *