Iklan Diskopukm Aceh
Iklan Diskopukm Aceh
Daerah  

LSM L@pakk Soroti Program Dinas Sosial Lampung, Minta Audit Tiga Tahun Terakhir

IMG 20250811

LAMPUNG – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) L@pakk Lampung menyoroti sejumlah program Dinas Sosial Provinsi Lampung yang dinilai berulang setiap tahun tanpa kejelasan tujuan dan sasaran.

Ketua Umum LSM L@pakk, Nova, mengatakan program tersebut justru terkesan tidak memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu yang disorot adalah kegiatan “belanja barang untuk diserahkan kepada masyarakat” pada tahun anggaran 2025, dengan nilai Rp 442.285.500. Anggaran ini digunakan untuk pembelian mesin gerinda, mesin las dan peralatannya, serta mesin steam motor.

“Kelompok penerima tidak jelas, jumlahnya pun tidak jelas. Kalau mengacu pada kegiatan tiga tahun terakhir, seharusnya sudah banyak usaha cuci motor dengan mesin steam yang dibantu Dinas Sosial. Faktanya, jarang sekali terlihat,” ujar Nova, Senin (11/8/2025).

BACA JUGA:  Atap SDN Kedung Dalam 2 Roboh, Pemkab Tangerang Gerak Cepat Rehabilitasi

Program lain yang disorot adalah pengadaan bantuan kursi roda, tongkat kaki tiga, dan tongkat kruk senilai Rp 361.106.000. Nova menyebut pola pengadaan tersebut berulang setiap tahun, tetapi data penerimanya tidak transparan.

“Kami meminta data lengkap penerima, baik kelompok maupun individu, dalam kurun waktu tiga tahun terakhir. Namun, hingga kini informasinya tidak terbuka,” katanya.

Selain itu, LSM L@pakk juga menilai pos anggaran swakelola tahun 2025 sebesar Rp 13.701.138.000 untuk “belanja jasa tenaga penanganan sosial” rawan terjadi penyimpangan, termasuk dugaan mark up jumlah tenaga maupun biaya operasional.

BACA JUGA:  Hadiri Acara Pembukaan Festival Pelajar Nusantara, Dandim 0103/Aut: Melestarikan Budaya Indonesia Bagi Generasi Muda Bangsa Sangat Penting

Nova meminta Gubernur Lampung mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung. Ia juga mendesak Inspektorat Provinsi Lampung mengaudit seluruh kegiatan Dinas Sosial selama tiga tahun terakhir.

“Kami berharap audit dilakukan secara transparan agar publik mengetahui kemana anggaran ini digunakan,” ujar Nova.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Dinas Sosial Provinsi Lampung belum berhasil dikonfirmasi.  )  (*/vit)

Penulis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *